Jaecoo Ekspansi ke Malang, Targetkan Penjualan 20 Unit Per Bulan
- VIVA Malang/ Uki Rama
Malang, VIVA – Pabrikan otomotir asal China Jaecoo melebarkan ekspansi bisnisnya ke Kota Malang, Jawa Timur. Sembari memperkenalkan Jaecoo J7 mereka juga menandai dibukanya dealer baru mereka di Jalan Letjen S Parman, Kota Malang pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Head of Dealer Network Development Jaecoo, Setia Hariadi mengatakan, bahwa secara nasional mereka menargetkan penjualan 500 unit dalam satu bulan. Target itu sejalan dengan rencana ekspansi pendirian 25 dealer di seluruh Indonesia.
Sedangkan di Kota Malang target penjualan mobil mencapai 15 hingga 20 unit. Meski pendatang baru dia yakin penjualan di Malang akan memenuhi target Jaecoo.
"Itu 500 unit sebulan, cumankan 500 unit itu dalam kondisi dealer kita sudah mencapai 25 kalau sekarangkan yang sudah beroprasi baru 15 dealer. Kalau lokal (Malang) itu kita harapkan bisa kontribusi 15 hingga 20 unit (mobil)," kata Setia.
Setia mengatakan, Kota Malang menjadi Kota kedua di Jawa Timur setelah Surabaya yang memiliki dealer resmi Jaecoo. Mereka juga berencana membuka dealer di daerah lain di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang.
"Memang kalau kota besar di Jawa Timur itu pasti Surabaya. Nah baru kota keduanya Malang. Setelah Malang ya Kediri terus Jember. Tapi kita tunggu sampai kita punya hybrid yang segmennya lebih bawah. Tahun depan Insya Allah Jaecoo sekmennya ada yang lebih bawah," ujar Setia.
Pada varian tertinggi Jaecoo J7 SUV ini mengusung teknologi PHEV (Plug in hybrid electric vehicle). Namun alih-alih menyematkan PHEV, Jaecoo menamai produknya dengan sebutan SHS (Super Hybrid System).
Jaecoo J7 SHS menggabungkan mesin turbo 1.6 liter dengan motor listrik. Sedangkan baterai yang disematkan berkapasitas 18,3 kWh.Baterai tersebut diklaim bisa menempuh jarak hingga 90 km menurut pengujian WLTP.
Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan berkendara, Jaecoo J7 dilengkapi beragam fitur keamanan. Di antaranya cruise assistance, brake assistance, lane assistance, blind spot assistance, dan DMS (driving monitoring system). Selain itu terdapat juga delapan titik airbag, serta baterai dengan standar keamanan IP68.
"Kekhawatiran customer inikan gimana kalau nanti tidak ketemu SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Untuk itu kitakan punya program meskipun ini cuma hybrid kita untuk 1.000 customer pertama kita berikan free wall charger. Jadi dipasang di rumah customer tinggal upgrade daya listrik ke PLN dan nanti kita sudah koordinasi dengan PLN untuk bisa integrasi dari yang tarifnya 2.200.Kwh bisa dapet 1.800 KwH," tutur Setia.