Pernyataan Sikap Civitas Akademika UB Malang ke Pemerintah: Tegakkan Etika Berpolitik dan Demokrasi

Pernyataan Sikap Civitas Akademika UB Malang.
Sumber :
  • VIVA Malang/Moh Badar Risqullah

Malang, VIVACivitas Akademika Universitas Brawijaya (UB) Malang yang terdiri dari para guru besar hingga mahasiswa menyampaikan pernyataan sikap merespon kondisi politik jelang Pemilu 2024 yang semakin panas dan mengarah pada ancaman keharmonisan bangsa.

BCA Ajak Mahasiswa Mengabdi di Desa Dalam Kompetisi Genera-Z Berbakti

Sekretaris Dewan Profesor Universitas UB Malang, Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.S.i., Ph.D. menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan negara yang berdasarkan demokrasi Pancasila.

Ia menjelaskan, negara hukum sebagaimana yang dimaksud oleh UUD NRI tahun 1945 adalah negara yang memberikan perlindungan hak bagi yang benar dan memberikan hukuman bagi yang melawan hukum.

Aktivis Perlindungan Anak Soroti Kasus Kapolres Ngada, Sebut Layak Dipidana Berat

Namun, dengan melihat lemahnya penegakan hukum yang ada saat ini, Prof. Sukir menyampaikan bahwa hal tersebut telah menandakan lemahnya etika, tata kelola dan kepemimpinan para pemimpin bangsa saat ini.

Prof. Sukir menyampaikan, aktualisasi demokrasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menempatkan sistem pengorganisasian negara dilakukan oleh rakyat atau dengan persetujuan rakyat.

KPU Kota Batu Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024, Keterbatasan Sosialisasi jadi Kendala

”Melihat kondisi politik jelang Pemilu 2024 serta mencermati penegakan hukum yang ada saat ini, maka hari ini Selasa, 6 Februari 2024 merupakan momentum yang tepat untuk melakukan koreksi total,” kata Prof. Sukir saat menyampaikan pernyataan di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Malang, Selasa, 6 Februari 2024.

Prof. Sukir menjelaskan, koreksi total yang dimaksud tersebut dalam rangka mewujudkan kembali semangat reformasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Halaman Selanjutnya
img_title