Saluran Air Ditutup untuk Akses Pembangunan Perumahan di Jombang, Ini Respon Dewan

Saluran air yang ditutup developer di Jombang
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Adanya penutupan saluran irigasi pertanian di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang Jawa Timur untuk akses masuk material pengurukan lahan perumahan baru, mendapat respon dari wakil rakyat di gedung DPRD setempat.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Melalui Komisi C DPRD Jombang meminta penutupan saluran di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang dibongkar. 

Hal ini dikarenakan warga, khawatir dampak penutupan saluran buang Irigasi pertanian itu mengakibatkan banjir karena sudah memasuki musim hujan.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

"Pemerintah seharusnya segera melakukan tindakan. Karena itu sudah melanggar aturan," ujar Mas'ud Zuremi anggota Komisi C DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, Rabu 20 November 2024.

Dengan adanya kekhawatiran warga itu, ia menyebut bahwa dewan merekomendasikan agar penutupan saluran itu untuk segera dibongkar pihak developer.

Pemudik Asal Pasuruan Tewas Usai Kecelakaan Tunggal di Jombang

"Masyarakat sekitar sudah mengeluhkan penutupan saluran jadi, tidak hanya sekedar peringatan saja. Kalau bisa segera dilakukan pembongkaran," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah memasuki musim penghujan dikhawatirkan karena aliran tidak lancar mengakibatkan banjir.

"Kalau hujan deras tentu debit air juga meningkat. Apabila saluran tersumbat pastinya banjir," tuturnya.

Terlebih lagi, sambung Mas'ud pastinya penutupan saluran itu tanpa melakukan koordinasi dengan pemerintah.

"Jangan sampai saluran itu menjadi rusak nantinya. Kalaupun rusak pihak pengembang juga harus memperbaiki seperti semula," kata politikus PKB itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas pengurukan lahan untuk perumahan di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dikeluhkan warga setempat.

Hal ini dikarenakan, aktivitas pengurukan lahan tersebut, merusak saluran irigasi pembuangan pada pertanian. Sehingga warga khawatir ancaman banjir, karena saat ini memasuki musim penghujan.

Penutupan saluran ini dikarenakan pihak pelaksana proyek, menjadikan saluran tersebut sebagai akses keluar masuk kendaraan pengangkut material.  

Budi salah satu warga setempat mengatakan saluran air yang berada di pinggir jalan kabupaten ini, salah satu titiknya sudah tertimbun tanah. "Lebarnya hampir 4 meter, tapi sudah tertutup tanah," katanya, Rabu 13 November 2024.

Ia pun menyebut bahwa penutupan saluran itu lantaran dipergunakan sebagai akses mobilisasi kendaraan pengangkut material proyek. 

"Sudah hampir dua bulan sungai itu ditutup, kami awalnya menduga hanya dipakai untuk pengurukan saja," ujarnya.

Ia menegaskan, dalam perjalanannya, pekerjaan terus berlanjut dan saluran tetap dibiarkan tertutup. "Malah dijadikan akses keluar-masuk mateiral bangunan ke dalam. Ada kemungkinan ini masih lama," tuturnya.

Ia mengatakan warga khawatir, akan terjadi luapan air di sawah warga, karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Warga khawatir, tertutupnya saluran itu berdampak ke lingkungan sekitar. 

"Di wilayah sini ketika penghujan air tinggi, karena sungai itu langsung dari Tunggorono. Takutnya air luber dan banjir, merendam sawah warga," katanya.

Meski demikian ia mengaku bahwa pihak pelaksana proyek, sudah menyiapkan semacam gorong-gorong, dengan ukuran yang sangat kecil. "Itu cocoknya buat saluran rumah tangga, bukan saluran buang pertanian," ujarnya.

Adanya persoalan itu, sambung Budi, sudah disampaikan warga ke aparatur desa setempat. Namun, belum ada perubahan yang signifikan.

"Sudah komunikasi ke RT dan RW, kami tidak bermaksud menghalangi proyek. Silakan dilanjutkan, tetapi jangan menghambat aliran sungai,"tuturnya.