Pasuruan Raih Predikat Utama UHC untuk Kelima Kalinya

Wakil Wali Kota Pasuruan Mas Adi saat menerima penghargaan UHC
Sumber :
  • VIVA Malang (Hari Mujianto/Pasuruan)

Pasuruan, VIVA – Pemerintah Kota Pasuruan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Untuk kelima kalinya berturut-turut, kota ini berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori utama pada tahun 2024.

DPRD Pasuruan Soroti Optimalisasi CSR dan Dampak Ekonomi Perusahaan Lokal dalam Raperda Baru

Penghargaan bergengsi ini diberikan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah kota dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh warganya.

Diketahui, capaian UHC Kota Pasuruan terus meningkat sejak tahun 2019. Pada tahun ini, pemerintah berhasil mencapai cakupan 100 persen penduduk dengan keikutsertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta tingkat keaktifan sebesar 88,1 persen.

Srikandi PLN UP3 Pasuruan Tebar Kebahagiaan Ramadan dengan Bagi-Bagi Takjil

Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak. 

"Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga," ujarnya.

Gubernur Jatim Khofifah Resmikan Miniatur Masjid Nabawi Senilai Rp15 Miliar

Lebih lanjut, Adi Wibowo juga menyampaikan bahwa ke depan, pemerintah kota akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. 

"Kami akan terus memperbaiki fasilitas kesehatan yang ada agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr Shierly Marlena, menjelaskan bahwa UHC merupakan sistem jaminan kesehatan yang menjamin setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan. 

"Dengan UHC, kami berharap seluruh warga Kota Pasuruan dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa khawatir akan biaya," pungkasnya.