Dua Pekerja Proyek di Pasuruan Temukan Mortir dan Ranjau Darat

Tim Jibom amankan mortir yang ditemukan pekerja proyek di Pasuruan
Sumber :
  • Hari Mujianto (Pasuruan)

Pasuruan, VIVA – Kehebohan terjadi di Desa Puspo Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan pada Kamis, 8 Agustus 2024 kemarin sekira pukul 14.00 WIB. 

img_title Pabrik AQUA Keboncandi Dukung Pastikan Patuh Regulasi dan Jamin Produk Aman Berkelanjutan

Dua orang pekerja proyek, Untung Suharso (70 tahun) dan Rahmat (63 tahun), menemukan benda mencurigakan saat menggali tanah untuk pondasi pagar Kantor Kecamatan Puspo.

Awalnya, kedua pekerja ini mengira telah menemukan harta karun. Namun, setelah digali lebih dalam, mereka terkejut menemukan dua buah mortir dan dua buah ranjau darat. Tanpa curiga, mereka bahkan sempat mengangkat dan membersihkan benda-benda tersebut.

img_title Angin Puting Beliung Terjang, Tujuh Bangunan di Pasuruan Rusak

"Saya kira ini emas, Pak. Jadi saya angkat dan bersihkan," ujar Untung, saat ditemui di lokasi kejadian.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak Kecamatan Puspo. Mendapat laporan tersebut, Camat Puspo, Edi Santoso, segera menghubungi Polsek Puspo. Tim penjinak bom (jibom) dari Satuan Brimob Polda Jawa Timur pun dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan dan mengevakuasi benda-benda berbahaya tersebut.

img_title Khofifah Ajak Pemuda Jatim Wujudkan Generasi Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Kapolsek Puspo, AKP Mastuki, membenarkan adanya penemuan mortir dan ranjau darat tersebut. 

"Kami langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan tim jibom," ujarnya.

Tim jibom yang tiba di lokasi pada Kamis malam kemarin langsung melakukan evakuasi. Setelah dilakukan penyelidikan, pada Jumat pagi, 9 Agustus 2024 sekira pukul 09.30 WIB. Seluruh benda yang ditemukan diledakkan di lokasi bekas tambang pasir Desa Cengkrong Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan. 

"Jangan sekali-kali mencoba untuk memindahkan atau menyentuh benda-benda tersebut," tutur Mastuki.