Ratusan Pemudik Diantar 10 Bus Gratis Pemkot Malang

Mudik gratis Pemkot Malang
Sumber :
  • VIVA Malang

Malang, VIVA – Sebanyak 540 pemudik resmi diberangkatkan oleh Pemerintah Kota Malang melalui program mudik gratis. Mereka diberangkatkan dengan 10 bus oleh Forkopimda Kota Malang di Balai Kota, pada Sabtu, 6 April 2024. 

img_title Rencana Pembongkaran Tembok Griya Shanta Terhalang Penolakan Warga

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso secara simbolis turut memberangkatkan mudik gratis ini. Dia menyebut mudik gratis sebagai salah satu langkah menekan angka kecelakaan lalu lintas selama Lebaran 2024.

Disisi lain mudik gratis menggunakan bus ini bisa menjadi titik balik kenyamanan dan keamanan transportasi darat bagi masyarakat.

img_title Kota Malang Ditetapkan Kota Kreatif UNESCO, UB Langsung Perkuat Ekosistem Media Arts

"Selama perjalanan ini bisa aman dan nyaman. Ini bentuk upaya dari Pemkot Malang untuk bisa mengurangi beban warganya. Sebab, biaya transportasi ini kalau ditanggung mandiri ongkosnya lumayan," kata Erik. 

Disisi lain mudik gratis juga bagian dari menekan inflasi. Sebab, harga akomodasi transportasi di momen mudik Lebaran 2024 cukup tinggi. 

img_title Legislator Kota Malang Soroti Proyek Infrastruktur di Musim Hujan

"Sehingga, kami juga berupaya agar inflasi ini bisa terus ditekan dengan mudik gratis Pemkot Malang 2024," ujar Erik.

Perlu diketahui, 10 bus yang disediakan untuk mudik gratis ini memiliki sejumlah rute di area Jawa Timur.

Diantaranya, rute Malang-Blitar-Tulungagung- Trenggalek-Ponorogo. Kemudian ada rute, Malang-Blitar-Kediri-Jombang-Ngajuk-Madiun-Ngawi. Selanjutnya ada rute, Malang-Lamongan-Bojonegoro, lalu ada Malang-Lamongan-Tuban.

Berikutnya ada, Malang-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, Malang-Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi, Malang-Bangkalan, Malang-Sampang-Pamekasan dan rute terakhir ada Malang-Sampang-Pamekasan-Sumenep.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Malang, Slamet Santosa menuturkan mudik gratis adalah program tahunan dari Pemkot Malang. Dishub memberikan fasilitas bagi warga yang tinggal atau berasal dari luar Kota Malang untuk bisa kembali ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga serta sanak saudara.

"Memang ini kami anggarkan setiap tahunnya. Tetapi kalau untuk arus balik, kami belum menyediakan. Karena untuk balik masing-masing orang punya rencananya sendiri," tutur Slamet.