Pengguna Jalan Wajib Tahu 2 Titik Rawan Laka saat Melintas di Jalan Arteri Jombang

Jalur arteri yang ada di Jombang.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Bagi pengguna jalan raya, khususnya jalan arteri yang melintas di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, para pengguna jalan wajib mengetahui titik rawan kecelakaan.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Data dari Satlantas Polres Jombang, terdapat dua titik rawan laka, yang harus diketahui para pengguna jalan saat melintasi Kabupaten Jombang melalui jalan arteri.

Dua titik rawan laka atau blackspot di jalan arteri Jombang itu berada di wilayah Mojoagung dan Perak.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Nur Arifin melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Iptu Anang Setyanto sejak bulan Januari hingga bulan Maret tahun ini ada beberapa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di titik blackspot.

"Untuk data lakalantas, di jalur nasional (jalan arteri) di Kabupaten Jombang, dimulai dari arah Mojoagung sampai dengan Bandarkedungmulyo, terdapat dua tempat yang bisa dikategorikan sebagai titik rawan laka (blackspot) yakni di Mojoagung dan Perak," kata Anang, Sabtu, 16 Maret 2024.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

Ia menyebut di lokasi jalan arteri itu, kerap terjadi lakalantas yang terjadi selama tiga bulan terakhir ini.

"Di Mojoagung ada peristiwa lakalantas 9. Dan di Perak terdapat 7 laka lantas, dengan korban luka dan meninggal dunia," ujarnya.

Ia menegaskan faktor utama yang menyebabkan lakalantas tersebut dikarenakan faktor human eror.

"Penyebabnya human eror, yakni kesalahan dari pengendara jalan, atau ketidak hati-hatian pengguna jalan saat berkendara di jalan arteri," tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Satlantas Polres Jombang bekerjasama dengan instansi terkait melalukan upaya sosialisasi dan edukasi, terhadap para pengguna jalan.

"Kita mengantisipasinya dengan cara berkolaborasi dengan dishub dan dinas PUPR, termasuk memberikan himbauan tentang keselamatan berlalulintas. Dan menekan sebaik mungkin angka kecelakaan itu. Dengan memasang banner, di 32 titik, serta edukasi ke sekolah-sekolah," katanya.

Selain itu, Anang menyebut para pengguna jalan harus mewaspadai titik rawan macet yang ada di Jombang.

"Untuk titik rawan macet sekarang kita fokuskan di Peterongan, karena ada pembangunan jalan, sehingga agak sedikit tersendat namun kita melaksanakan pola-pola di situ, sehingga tidak terjadi kemacetan yang lebih panjang," ujarnya.

Meski demikian, Anang memastikan bahwa pada arus mudik lebaran nanti mulai tiba, jalur yang ada di Peterongan Jombang bisa dilalui oleh para pemudik.

"Dipastikan sebelum mudik lebaran jalur yang dilakukan perbaikan, sudah bisa beroperasi kembali seperti semula," tuturnya.

Saat ditanya dimanakah titik rawan macet pada arus mudik lebaran nanti, ia menjelaskan bahwa untuk titik troublespot, berada di wilayah Bandarkedungmulyo. 

"Untuk trouble spot, di rel kereta api Bandarkedungmulyo," katanya.

Ia pun mengimbau pada para pengguna jalan yang akan melakukan mudik lebaran. Untuk selalu melakukan 3 S. 

"Siap terhadap diri kita masing-masing pada saat kita akan melaksanakan perjalanan, kemudian siap administrasi, dan yang terakhir siap kendaraan yang akan digunakan berkendara selama mudik nanti," ujarnya.