Begini Cara Pemkot Batu Tekan DBD yang Merebak, Kesadaran dan Jaga Lingkungan Paling Utama

Fogging yang dilakukan Dinkes Kota Batu.
Sumber :
  • Viva Malang/Galih Rakasiwi

Batu, VIVADemam Berdarah Dengue (DBD) merebak di Kota Batu, untuk itu Pemkot Batu berupaya maksimal untuk mencegah penyebaran dan menekan kasus. Salah satu upayanya yaitu melakukan fogging di beberapa tempat.

Jatim Park Group Tebar 2.500 Bingkisan untuk Warga Kota Batu

Selain itu, petugas juga melakukan penyelidikan epidemologi dengan berkoordinasi dengan rumah sakit sehingga data kasus demam berdarah dapat diperoleh dan dilakukan tindakan preventif maupun kuratif untuk memutus rantai penyebaran kasus DBD.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menjelaskan berbagai program akan dilakukan untuk percepatan menurunkan angka demam berdarah di Kota Batu. 

Polres Batu Amankan 3 Pelaku Pengedar Uang Palsu Asal Blitar

Selain fogging di titik-titik tertentu, yang paling utama adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

"Sehingga tidak menjadi sumber berkembang-biaknya nyamuk demam berdarah. Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka demam berdarah, termasuk mengajak dan membangun kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sehingga tidak ada tempat untuk nyamuk berkembangbiak," kata Aries, Rabu, 6 Maret 2024.

Dindik Pastikan Pembangunan Sirkuit BMX Tahun Ini, Anggarkan Rp1,6 Miliar

Seperti yang dilakukan di RT 3 RW 3 Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji pada Selasa 5 Maret 2024 kemarin. 

Koordinator Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati menjelaskan fogging DBD dilakukan berdasarkan analisa situasi kebutuhan perlu tidaknya dilakukan fogging. 

"Salah satunya, dengan melihat analisa kebutuhan dari Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 95 persen dengan kasus DBD lebih dari 1 orang dalam satu cluster. Termasuk di Dusun Krajan ini, memiliki ABJ dibawah 95 persen dengan kasus DBD lebih dari 1 orang dalam satu cluster," ujarnya.

Angka Bebas Jentik merupakan jumlah populasi nyamuk dewasa yang ada di suatu area tertentu. Dalam upaya pengendalian nyamuk dan penyakit yang dapat ditularkan oleh nyamuk, maka menghitung angka bebas jentik menjadi penting.

"Semakin tinggi angka ini, semakin besar potensi penyebaran penyakit yang dapat terjadi. Fogging atau penyemprotan bertujuan untuk membunuh nyamuk, mampu membasmi kerumunan nyamuk dan jentik-jentiknya," tuturnya.

Dengan penyemprotan fogging, kumpulan tempat yang menjadi sarang nyamuk akan menjadi bersih nyamuk dan jentik mati akibat semprotan dari fogging yang mengandung bahan-bahan kimia pembunuh nyamuk. 

"Dengan terbunuhnya nyamuk dan jentik, diharapkan mampu mengurangi tingkat penyebaran penyakit DBD, dan mengurangi resiko terkena DBD," katanya.

Selain itu, imbauan agar masyarakat supaya aktif dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah dan lingkungan masing-masing juga terus dilakukan.

"Terutama menghilangkan genangan air yang sangat berisiko sebagai sarang nyamuk dan berkembangnya nyamuk demam berdarah," tuturnya.