Demi Sembako, Tukang Becak di Jombang Rela Antri Sejak Subuh hingga Tertidur

Tukang becak yang ketiduran saat antri bantuan beras
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Ribuan tukang becak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, rela antri sejak subuh hingga tertidur, diatas becaknya saat mengantri bantuan di lapangan Pemkab Jombang.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Para pengayuh becak ini tertidur di lokasi, demi antri mendapat bantuan beras 5 kilogram dan uang Rp100.000 yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

Jumadi (58 tahun) salah satu tukang becak yang mengantri bantuan mengaku sengaja datang lebih awal, lantaran takut tak kebagian bantuan dari pemerintah itu.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Lantaran datang terlalu awal dan acara dimulai agak lama, ia sengaja beristirahat di becak miliknya sembari menunggu acara pembagian bantuan di buka Pj Bupati Jombang, Sugiat.

"Ke sini sejak selesai salat subuh langsung ke sini. Iya sampai tertidur tadi, karena kelelahan. Sampai jam 8 belum dimulai. Ini acara pembagian sembako, jelang ramadan. Ya alhamdulilah dapat bantuan," kata Jumadi, Rabu, 6 Maret 2024.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

Sementara itu, Pj Bupati Jombang, Sugiat mengatakan kegiatan ini merupakan pemberian bantuan terhadap 3.340 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kota santri.

"Hari ini kita mengadakan pemberian bantuan terhadap penerima manfaat yang sudah terdata di dinas sosial. Dalam rangka untuk membantu warga kita yang masih butuh bantuan," ujar Sugiat.

Lebih lanjut ia mengatakan bantuan yang diberikan berupa sembako beras 5 kilogram, dan uang tunai.

"Bantuannya tidak terlalu banyak hanya uang Rp100 ribu dan beras 5 kilogram. Tapi paling tidak ini bisa mengurangi beban mereka," tuturnya.

Sugiat menyebut, jumlah penerima bantuan dari pemerintah ini, jumlahnya mencapai ribuan. Dan penyaluran akan dilakukan beberapa tahap.

"Jumlahnya 3.340 nanti penyalurannya ini tak hanya sekali, tentu bertahap sesuai dengan program pemerintah," kata Sugiat.