4 Orang Meninggal Dunia dan 6 Dirawat, Tapi Jombang Belum KLB DBD

Pasien yang dirawat di RSUD Jombang.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Ia pun menjelaskan bahwa pihak Dinkes sudah berusaha sebaik mungkin, untuk bersinergi dengan steakholder untuk melakukan berbagai upaya supaya kasus ini tidak, terus menerus mengalami kenaikan.

Dilarang Jual Pohon, Bapak di Jombang Cangkul Kepala Anak Tirinya

"Dan kami meyakini bahwa bulan Februari ini merupakan titik klimaksnya, dan mudah-mudahan sudah mulai menurun lagi," tuturnya.

Ia pun menjelaskan penetapan Kabupaten Jombang sebagai wilayah KLB DBD, bukanlah kewenangan dari Dinkes Jombang, namun ketentuan itu ditentukan oleh steakholder diatas Dinkes Jombang.

Cek-cok Soal Video, Tukang Potong Rambut di Jombang Bunuh Karyawan Toko Ritel

Apalagi, sambung Syaiful kenaikan kasus DBD ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Jombang saja, melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, juga mengalami kenaikan kasus DBD.

"Karena ini (kenaikan kasus DBD) merupakan sesuatu yang terjadi secara nasional, maka kami, di tingkat regional, Kabupaten Kota, akan terus melaporkan kepada provinsi, dan provinsi menindaklanjuti ke kementerian kesehatan, sehingga regulasi terkait KLB nanti, kami menunggu instruksi dari kementerian kesehatan," tuturnya.

Adu Moncong Dua Kendaraan di Jombang, 1 Orang Tewas 2 Luka-luka

"Karena kami tidak bisa serta merta (menentukan) ini KLB, ini tidak. Kami harus terus berkoordinasi secara berjenjang, karena terkait suatu urusan yang dibawah kementrian kesehatan. Jika nantinya ada hal-hal yang harus ditindaklanjuti, seperti kejadian nasional luar biasa, pasti nanti akan ada SK KLB, seperti kemarin adanya kasus polio," kata Syaiful.

Untuk itu, dengan adanya kasus kematian DBD ini, pihaknya menunggu ketentuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

Halaman Selanjutnya
img_title