Anggap Jalan Tol Gempol-Pandaan Menyerobot Tanah Masjid, Warga Kesemi Pasuruan Unjuk Rasa

Demo warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Sumber :
  • Mochamad Rois / Pasuruan

Pasuruan, VIVA – Mengangap pembangunan Jalan Tol Gempol-Pandaan, Pasuruan telah menyerobot tanah wakaf masjid Al-Ikhlas Dusun Kesemi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Masyarakat setempat beserta takmir masjid melakukan unjuk rasa, Kamis, 30 November 2023. 

Pemkab Malang Larang Penggunaan Pengeras Suara Luar Saat Salat Tarawih dan Tadarus

Aksi tersebut terpaksa dilakukan oleh masyarakat setempat karena tidak ada kejelasan perihal ganti rugi sejak tahun 2016 silam sampai di penghujung tahun 2023 ini.

Wahyu Trianto salah satu anggota Nadzir Masjid Al-Ikhlas Kesemi dan sekaligus keluarga wakif, menerangkan awal mula tanah keluarganya diwakafkan untuk pembangunan masjid berbentuk persegi. Namun setelah pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan selesai, sertifikat tanah masjid yang keluar telah berubah, atau ada tanah yang teriris alias diserobot.

Lagi, Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan Renggut Korban Jiwa

"Yang kita tanyakan saat ini, tanah masjid kami ini teriris oleh jalan Tol Gempol-Pandaan. Sampai sekarang tidak ada istilah tanah masjid ini dijual, tidak ada, misalnya sudah dimiliki jalan tol pembayaran kemana kita tidak tahu," kata Wahyu Trianto. 

Dalam jalannya aksi damai itu, puluhan masyarakat membentangkan spanduk besar berisikan permintaan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, untuk memberikan perhatiannya dalam penyelesaian persoalan tersebut yang berlarut tidak terselesaikan.

Maling Kotak Amal yang Meresahkan di Kota Malang Akhirnya Ditangkap Polisi

"Kami meminta Bapak Presiden, tolong bantu kami untuk menyelesaikan permasalahan tanah masjid kami dengan PT Jasa Marga Persero," ujarnya.

Sementara itu, Sukirno selaku Kepala Wilayah Dusun Kesemi, Desa Gununggangsir, menerangkan jika sekitar tahun 2000 silam, masyarakat membutuhkan masjid yang memadai, mengusahakan pembangunan masjid di tanah wakaf tersebut.

Setelah selesai membangun pondasi dan beberapa tiang, warga bersedia menghentikan pembangunan karena tanah wakaf tersebut akan masuk zona pembangunan jalan tol.

Memasuki sekitar tahun 2016 atau pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan selesai dibangun, ternyata pembangunan jalan tol tersebut bergeser ke barat menghindari tanah yang rencananya akan dibangun masjid oleh warga.

Melihat tanah wakaf tersebut tidak ada kejelasan apakah bisa dibangun masjid atau tidak, tokoh masyarakat dan tokoh agama Dusun Kesemi pun berembuk untuk mengupayakan kembali untuk pembangunan masjid.

"Setelah proses mediasi panjang dengan instansi Pemkab Pasuruan, Jasamarga dan P2T, yang terus berlarut dan tidak ada kejelasan, akhirnya warga bersepakat secara swadaya membangun sendiri masjid Al-Ikhlas. Setelah proses pembangunan masjid berjalan setahun, keluar CSR dari PT Jasamarga sebesar Rp285 Juta, terus ada bantuan sekitar antara Rp5 juta sampai Rp7,5 juta untuk mengganti bangunan rusak," tuturnya.