Proyek Strategis Trotoar dan Drainase Jalan Gus Dur Dalam Sorotan
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Adanya keterlambatan hingga mencapai 32 persen pada proyek strategis rehabilitasi drainase dan trotoar jalan Gus Dur, menuai perhatian dari kalangan aktivis di Jombang, Jawa Timur.
Bahkan, publik juga mempertanyakan ketegasan pemerintah Kabupaten Jombang, terkait banyaknya proyek akhir tahun yang terancam tak selesai sesuai jadwal kontrak.
Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK), Aan Anshori mengatakan, saat ini publik menilai, Pj Bupati Jombang, Sugiat harus bisa meminimalisir adanya proyek molor tersebut di era kepemimpinannya selama setahun kedepan.
"Pemkab Jombang sebagai kuasa pengguna anggaran pembangunan seharusnya tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," kata Aan, Sabtu, 11 November 2023.
Menurutnya, upaya-uoaya serius perlu dilakukan untuk memastikan proyek tersebut selesai tepat waktu. Termasuk salah satunya adalah proyek strategis yang ada di jantung kota Jombang.
Namun, apabila masih ditemukan proyek yang tidak rampung, sesuai jadwal, terutama itu merupakan proyek strategis untuk wajah kota. Seharusnya ini bisa diselesaikan dengan tegas.
Hal ini dikarenakan pada tahun sebelumnya, di era kepemimpinan Bupati Mundjidah Wahab, proyek strategis pembangunan jalur pedestarian KH Wahid Hasyim juga mengalami hal yang sama.
"Kabupaten ini sedang darurat penyelesaian proyek fisik. Jika Pj Bupati tidak dapat memobilisasi bawahannya serta bekerjama dengan kepolisian serta kejaksaan untuk mengantisipasi keterlambatan penyelesaian proyek, lalu untuk apa mereka ada?," ujar Aan.
Aktivis Gusdurian ini juga menegaskan, sebenarnya, Dinas Perkim sudah tahu apa yang harusnya dilakukan terhadap para kontraktor.
"Namun, sejujurnya aku tidak yakin mereka berani bertindak menghadapi para kontraktor," tuturnya.
Diketahui, meski tidak mampu menuntaskan target progres yang diberikan pada show cause meeting (SCM) pertama, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang masih memberikan kesempatan PT Renis Rimba Jaya untuk melanjutkan pekerjaan proyek trotoar dan drainase Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid.
"Kemarin kita rapat lagi dengan kontraktor," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Jombang Sri Rahayu.
Rahayu yang juga menjadi PPK proyek pembangunan jalan pedestarian KH Wahid Hasyim mengaku, pihak kontraktor masih belum bisa memenuhi target yang diberikan pada saat show cause meeting (SCM) pertama, yakni progres harus mencapai 55 persen. "Hingga minggu kemarin progresnya mencapai 37 persen," katanya.