Pertanyakan Nasib, Puluhan Jukir Datangi UPT Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Jukir saat berdiskusi dengan pihak UPT Pasar Among Tani
Sumber :
  • Viva Malang/Galih Rakasiwi

Batu, VIVA – Puluhan juru parkir (Jukir) pasar mendatangi UPT Pasar Induk Among Tani. Mereka mempertanyakan nasib karena sejak dibangun hingga sudah dibuka untuk umum para jukir belum bisa bekerja.

Jatim Park Group Tebar 2.500 Bingkisan untuk Warga Kota Batu

Terlebih Pemkot Batu mewacanakan bakal memasang portal gate di pasar, itu tentu semakin membuat mereka was-was. Karena keputusan tersebut dinilai cukup merugikan karena mengancam pekerjaan dan menambah angka pengangguran.

Ketua Badan Buruh MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu, Firman Edy Nugroho mengatakan adanya portal gate tentu mengancam pekerjaan 81 jukir yang sebelumnya sudah bekerja sebelum pasar dibangun," katanya, Rabu, 4 Oktober 2023. 

Polres Batu Amankan 3 Pelaku Pengedar Uang Palsu Asal Blitar

Terlebih jukir disini kebanyakan merupakan Badan Buruh PP Kota Batu sehingga pihaknya turut membantu mencari jalan keluar tentang rencana regulasi tersebut.

"Jukir semakin was-was lantaran saat diskusi para jukir bersama kepala UPT Pasar dan Kepala Diskoperindag Kota Batu Bapak Eko Suhartono menyampaikan kalau pemasangan gate merupakan ide Pj Wali Kota Batu. Tentu itu membuat para jukir semakin bertanya-tanya tentang nasib mereka ke depan," tuturnya.

Dindik Pastikan Pembangunan Sirkuit BMX Tahun Ini, Anggarkan Rp1,6 Miliar

Terlebih sejak pasar dibuka untuk umum, para jukir ikut membantu melakukan penataan roda 4 maupun roda 2 milik pengunjung maupun pedagang tanpa minta imbalan.

"Sejauh ini para jukir tak pernah meminta imbalan kepada pengunjung. Mereka merasa ikut memiliki dan membantu siapapun yang datang ke pasar," tuturnya.

Senada, Ketua Paguyuban Parkir, Kosim berharap Pemkot Batu memikirkan nasib mereka dan bisa bekerja kembali seperti sebelum-sebelumnya.

"Semoga segera ada jalan keluar. Bagaimana nasib keluarga saya, soalnya kamu hanya menggantungkan hidup di lahan parkir pasar," katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Among Tani Agus Suyadi menjelaskan pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan stakeholder terkait. 

"Sementara masih belum ada tarikan atau retribusi apapun sampai 2 bulanan di pasar, baik itu lahan parkir sampai iuran abonemen para pedagang," tuturnya.