Laka Kereta Api dengan Luxio, Polisi Periksa 7 Orang Saksi

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

"Besok kita akan layangkan beberapa surat pemanggilan, pertama pada masinis, asisten masinis, kondektur, serta teknisi. Ada 4 orang dari pihak kereta api Dhoho, untuk dilakukan pemeriksaan pada pekan depan," tuturnya.

img_title Rumah Warga Sumobito Jombang Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik

"Dan Jum'at besok, kita juga berkordinasi untuk memanggil kepala Dinas Perhubungan Jombang, terkait masalah CCTV dan perlintasan sebidang," ujarnya.

Disinggung apakah pada CCTV yang ada di lokasi laka maut tersebut bisa menunjukkan peristiwa penyebab terjadinya lakalantas tersebut. 

img_title Ini Tiga Besar Pejabat yang Bakal Mengisi Jabatan Kosong, Hasil dari Selter JPTP

Ia mengaku, hingga saat ini penyidik Satreskrim Polres Jombang masih belum mendapatkan rekaman kamera CCTV tersebut.

"Sampai sekarang belum, karena kita masih baru berkoordinasi juga, dan kita akan siapkan teknisi untuk mengambil CCTV tersebut," katanya.

img_title Angka Kematian Akibat Stroke Tinggi, RSUD Jombang Tangani Ratusan Pasien Setiap Bulan

Ketika ditanya terkait hasil pemeriksaan saksi keluarga, apakah diketahui siapa pengemudi mobil Luxio itu.

Aldo mengaku untuk memastikan siapa pengemudi kendaraan itu, pihaknya masih menunggu keterangan dari saksi korban yang kini dirawat di RSUD Jombang.

"Untuk sampai sekarang masih belum bisa dipastikan siapa yang mengemudi Luxio. Cuman dari keterangan saksi keluarga, ada dua orang di dalam mobil yang memiliki kemampuan untuk mengemudi salah satunya yang masih selamat ini, si Fikry (22 tahun) sama Wahyu Kuspoyo (42 tahun)," tuturnya.

Ia mengaku pemeriksaan terhadap perkara laka maut ini, terkendala pada pemeriksaan saksi korban yang masih selamat dan kini sedang dirawat di RSUD Jombang.

"Ada kendala terkait dua orang saksi kunci ini, belum bisa dimintai keterangan. Yang pertama saudara Fikry ini masih dalam kondisi selesai operasi gegar otak, dan yang kedua saudari Arimbi (11 tahun) masih dalam pengaruh obat bius, jadi untuk kesadaran pada saat dimintai keterangan kurang maksimal," ujarnya.

Ia menegaskan, padahal keterangan dari para saksi kunci ini sangat penting, karena hal ini untuk memenuhi unsur dalam pasal 359 KUHP, 360 KUHP.

"Untuk memenuhi unsgur pasal 359 tentang kelalaian yang menyebabkan meninggalnya seseorang, atau 360 tentang mengakibatkan luka berat pada seseorang, kita butuh keterangan dua orang ini untuk mengetahui siapa yang mengemudikan kendaraan Luxio pada saat kejadian tragedi kereta api tersebut," kata Aldo.

Halaman Selanjutnya
img_title