Keluhan Puluhan Tahun Tak Direspon, Warga Tutup Jalan Menuju TPA Tlekung

Penutupan akses jalan menuju TPA Tlekung.
Sumber :
  • Viva Malang/Galih Rakasiwi

Batu, VIVA – Akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ditutup oleh warga menggunakan lonjoran bambu, Jumat 28 Juli 2023. 

Jatim Park Group Tebar 2.500 Bingkisan untuk Warga Kota Batu

Penutupan dilakukan karena warga kesal janji Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk meminimalisir bau dan pengelolaan sampah yang bisa menguntungkan warga setempat tak kunjung terealisasi.

Bahkan warga akan melakukan penjagaan dan melarang armada pengangkut sampah milik Pemkot Batu bila sewaktu-waktu lewat membawa muatan sampah.

Polres Batu Amankan 3 Pelaku Pengedar Uang Palsu Asal Blitar

Kepala Desa Tlekung, Mardi membenarkan adanya penutupan. Penyebabnya yaitu warga sudah sangat kesal lantaran protes bau yang dilayangkan sejak puluhan tahun tidak ada respon sama sekali.

"Akhirnya warga kesal sehingga memaksa untuk menutup akses jalan menuju TPA. Bahkan sebelum melakukan penutupan warga juga mendatangi TPA untuk melihat keadaan di sana," katanya.

Dindik Pastikan Pembangunan Sirkuit BMX Tahun Ini, Anggarkan Rp1,6 Miliar

Dari pantauan warga, sampah yang masuk ke TPA tidak dikelola, hanya ditumpuk sehingga bau yang ditimbulkan cukup menyengat.

"Penutupan akan terus dilakukan sampai tuntutan warga terpenuhi yaitu penangganan bau dan hasil pengolahan sampah. Bila tidak terealisasi ya akan ditutup terus, soalnya kalau tak ditutup keluhan kami selalu diabaikan," tuturnya.

Hingga berita ini ditulis Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengaku meminta maaf atas persoalan yang terjadi. Terutama persoalan bau sampah dan usulan warga yang belum terealisasi. 

"Mewakili DLH terkait persolan sampah saya mohon maaf sebesar-sebesarnya. Ini kesalahan kami karena tidak bisa maksimal permasalahan sampah di Desa Tlekung," katanya.

Mengenai pengelolaan sampah di TPA Tlekung pihaknya menyampaikan bahwa ada permasalahan yang dialami DLH. Dimana DLH terkendala dua alat berat yang rusak dari empat alat berat yang dimiliki. 

"Kemudian untuk sarpras juga terbatas. Staf kami ada 50 orang di TPA Tlekung dengan 48 orang merupakan warga Tlekung. Jumlah tersebut tidak memungkinkan untuk mengelola sampah selama 24 jam," papar Aries. 

Begitu juga dengan mesin pengolah sampah pirolisis juga terkendala di tahun ini. Dimana satu mesin tersebut tidak beroperasi tahun ini karena daya listrik tidak mencukupi. Tahun lalu, mesin dikelola oleh UPT, tahun ini oleh DLH. 

"Sehingga di perubahan tahun ini kami tambah anggaran untuk usulkan tambah daya. Harapnya juga bisa mengoperasionalkan satu mesin lagi yang yang memiliki kapasitas pembakaran besar nantinya," tuturnya.

Perlu diketahui, sebelum melakukan penutupan, puluhan warga sempat melakukan audensi dengan pihak DLH didampingi pihak kepolisian dan TNI. Namun karena tidak ada jawaban pasti atas keluhan yang disampaikan, warga pun memutuskan untuk menutup akses jalan menuju TPA. 

Diketahui untuk volume sampah yang masuk ke TPA Tlekung setiap harinya rata-rata mencapai 120 ton dari 24 desa/kelurahan di Kota Batu. Jumlah tersebut akan meningkat ketika masuk akhir pekan dan libur panjang.