Keluhan Puluhan Tahun Tak Direspon, Warga Tutup Jalan Menuju TPA Tlekung
- Viva Malang/Galih Rakasiwi
Hingga berita ini ditulis Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengaku meminta maaf atas persoalan yang terjadi. Terutama persoalan bau sampah dan usulan warga yang belum terealisasi.
"Mewakili DLH terkait persolan sampah saya mohon maaf sebesar-sebesarnya. Ini kesalahan kami karena tidak bisa maksimal permasalahan sampah di Desa Tlekung," katanya.
Mengenai pengelolaan sampah di TPA Tlekung pihaknya menyampaikan bahwa ada permasalahan yang dialami DLH. Dimana DLH terkendala dua alat berat yang rusak dari empat alat berat yang dimiliki.
"Kemudian untuk sarpras juga terbatas. Staf kami ada 50 orang di TPA Tlekung dengan 48 orang merupakan warga Tlekung. Jumlah tersebut tidak memungkinkan untuk mengelola sampah selama 24 jam," papar Aries.
Begitu juga dengan mesin pengolah sampah pirolisis juga terkendala di tahun ini. Dimana satu mesin tersebut tidak beroperasi tahun ini karena daya listrik tidak mencukupi. Tahun lalu, mesin dikelola oleh UPT, tahun ini oleh DLH.
"Sehingga di perubahan tahun ini kami tambah anggaran untuk usulkan tambah daya. Harapnya juga bisa mengoperasionalkan satu mesin lagi yang yang memiliki kapasitas pembakaran besar nantinya," tuturnya.
Perlu diketahui, sebelum melakukan penutupan, puluhan warga sempat melakukan audensi dengan pihak DLH didampingi pihak kepolisian dan TNI. Namun karena tidak ada jawaban pasti atas keluhan yang disampaikan, warga pun memutuskan untuk menutup akses jalan menuju TPA.