Emak-emak di Jombang Halangi Akses Lalulintas Pembangunan Sungai

Emak-emak menutupi akses lalulintas kendaraan proyek.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Hal senada diungkapkan oleh Taufik (49 tahun) warga setempat. Menurutnya warga sudah jenuh dijanjikan oleh pihak perwakilan dari PT Rudi Jaya Beton terkait kompensasi penggantian kerusakan rumah warga.

Seorang Pencari Rumput di Kasembon Malang Hilang di Hutan

"Aksi ini dipicu kerusakan 4 rumah warga. Ada yang lantainya retak, rumah retak, yang diakibatkan lalulintas truk molen proyek. Sejak awal proyek sampai mau selesai ini mas," kata Taufik. 

Beberapa waktu lalu sempat ada mediasi antara perusahaan dan warga namun berjalan buntu. Penyebabnya tuntutan warga tidak diakomodir oleh perusahaan.

Longsor di Jalur Gunung Bromo-Semeru Tutup Separuh Jalan Menuju Desa Ngadas

"Sudah pernah dimediasi. Warga minta kompensasi 5 juta rupiah per rumah. Tapi pihak perusahaan hanya mau ngasih sembako dan uang ganti rugi Rp250 ribu," ujarnya.

Warga mengancan akan tetap melakukan aksi blokade jalan yang dilalui kendaraan proyek. 

Indosat Jamin Jaringan Internet di Malang Raya saat Mudik Lebaran 2025 Lancar

"Ya aksi penutupan ini dilakukan sampai tuntutan warga dipenuhi sama perusahaan mas. Kalau tidak ya kita tutup jalannya," tuturnya.

Buntut pemblokadean akses jalan. Dilakukan mediasi antara warga dan pihak perusahaan, akhirnya akses jalan dibuka lagi oleh warga. Hal ini menyusul adanya kesepakatan kompensasi sebesar Rp4 juta bagi warga yang terdampak.

Halaman Selanjutnya
img_title