Puluhan Atlet Bulutangkis Cilik di Malang Ikuti Coaching Clinic dari Binus University

Coaching Clinic Badminton dari Binus University
Sumber :
  • Viva Malang/Uki Rama

Malang, VIVAAtlet berprestasi lahir dari pembinaan yang berkualitas sejak dini. Hal inilah yang coba sedang dibangun mahasiswa Binus University lewat Coaching Clinic Badminton bertajuk 'Langkah Kecil untuk Menjadi Juara Bersama' di Malang, Jawa Timur, Minggu 19 November2023.

BINUS Malang Bikin School of Design untuk Generasi Kreatif

Coaching Clinic yang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai daerah ini digelar di Malang Badminton Arena. Tak kaleng-kaleng, para peserta mendapat arahan langsung dari Coach Ardiansyah Putra, atlet senior Top 25 Dunia dan Variella Aprilsasi, jawara Australia Open 2013.

Ketua Pelaksana Coaching Clinic Badminton Binus University, Stefani Wijaya menyampaikan Coaching Clinic ini menjadi bentuk kepedulian mereka dalam mengembangkan talenta muda bulutangkis di Malang.

Pengakuan Curanmor asal Pasuruan Butuh Waktu 5 Detik Untuk Gasak Motor di Malang

"Lewat coaching clinic, akan ada banyak wawasan yang didapat dari peserta. Kami ingin melihat atlet muda di Kota Malang bisa tumbuh lebih baik ke depannya," kata Stefani.

Stefani menyampaikan Coaching Clinic ini menjadi bagian dari program pendidikannya di kampus terkait event manajemen. Ia memilih bulutangkis sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap tumbuh kembang olahraga bulutangkis.

Pembelian LPG 3 Kilogram Sepenuhnya di Pangkalan Resmi, di Malang ada 3.025 Titik

Pihaknya tak memungkiri jika dalam pengembangan atlet tak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sebab itu, mereka menggandeng elemen pendukung lain seperti dari Jaguar Rental, Ram Autosound, BPR Lestari, AIA Lily Agency hingga Hi-qua dalam menggelar kegiatan tersebut.  

"Kami berharap kegiatan ini dapat memajukan potensi atlet muda dari Malang. Saya rasa coaching clinic seperti ini perlu dirutinkan," ujarnya.

Sementara, Coach Ardiansyah Putra juga mengaku senang dengan coaching clinic ini. Wadah-wadah pembinaan seperti ini menurutnya sangat bagus jika terus dilakukan. Jika pembinaan digencarkan, maka kualitas atlet juga bisa maksimal.

"Coaching clinic ini bagus sekali biar atmosfer cabor bulutangkis di Malang ini terus berkembang. Kalau bisa wadah seperti ini juga diperlukan para pelatih. Jadi tidak hanya atletnya saja, tapi pelatihnya juga perlu. Karena ilmu itu kan harus upgrade terus," ujar Ardi.

Ardi menerangkan, kiblat bulutangkis selama ini masih berkiblat ke Surabaya. Padahal, Malang juga punya banyak sekali bibit bibit potensial. Hanya saja memang atmosfer di kota itu sendiri masih belum berkembang dengan baik.

Ardiansyah menilai bahwa pengembangan bibit pebulutangkis tak dapat dilakukan satu pihak saja. Harus ada sinergi dan kerjasama yang apik baik dari pemerintah, federasi, klub juga seluruh elemen masyarakat. 

Untuk itu, dia mengatakan kegiatan coaching clinic ini penting untuk digencarkan di berbagai daerah. Selain itu, wadah pembinaan seperti ini juga perlu diadakan untuk para pelatih-pelatih di Malang Raya.

"Pelatih ini kan juga butuh wadah ya. Misal pelatih itu sehebat apapun, kalau ilmunya gak upgrade ya stuck, termasuk atletnya juga stuck. Atlet ini kan bergantung pada pelatihnya. Misal pemain lain upgrade, kita enggak ya, makin ketinggalan," tutur Ardi.