Ajakan Menpora Agar Suporter Di Indonesia Berorganisasi

Menpora RI Zainudin Amali
Sumber :
  • Viva Malang

Malang – Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu menewaskan 135 korban jiwa menjadi pelajaran berharga bagi tata kelola sepak bola tanah air. Ssbab, peristiwa itu menjadi sejarah paling kelam dalam perjalanan sepak bola tanah air. 

img_title Peringatan 3 Tahun, Arema FC Kembali Minta Maaf Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menyarankan suporter klub di Indonesia semuanya untuk membentuk wadah organisasi. Menurutnya, dengan berorganisasi pembinaan kepada suporter bisa dilakukan maksimal. Dengan berorganisasi pula suporter akan memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga alias AD/ART. 

"Pembinaan suporter harus terorganisir. Kan banyak suporter yang tidak punya organisasi, tidak punya AD/ART hingga keanggotaan. Itu yang kami dorong," kata Zainudin di Malang, Senin, 21 November 2022. 

img_title Arema FC Gelar Doa dan Khataman saat Peringati 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan

Saat ini, Menpora bersama PSSI terus melakukan sosialisasi Undang Undang nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Mereka terus mengajak seluruh elemen suporter di Indonesia untuk berdiskusi dan menyarankan segera berorganisasi. Targetnya sebelum Liga 1 bergulir kembali. 

"Saya berharap begitu kompetisi sudah dimulai dengan ada penonton, organisasi suporter itu sudah terbentuk. Jadi jelas ini ada kartunya ada keanggotaannya. Sehingga kalau ada apa apa dia terjamin dan ada perlindungannya," ujar Zainudin. 

img_title World Cleanup Day (WCD) 2025, Pemkab Jombang Ajak Masyarakat Bersihkan Sampah

Zainudin menuturkan, tujuan dari organisasi agar pelanggaran yang dilakukan oleh suporter dapat dengan mudah dideteksi. Selain itu, suporter juga harus mempunyai relasi ke klub yang dia dukung. 

"Kalau dulu ada yang ingin tidak terorganisir, ini tidak bisa. Harus terorganisir. Jadi kalau ada apa apa (pelanggaran suporter) dia juga harus tanggungjawab juga. Jadi ada hak dan ada kewajiban. Mereka harus terdata dan harus punya relasi dengan klub. Sementara klub punya tanggungjawab membina," tutur Zainudin.