DPRD Kritik Pemkot Malang Karena Dianggap Tidak Serius Dukung UMKM

Anggota DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji
Sumber :
  • Dok Humas DPRD Kota Malang

Malang, VIVA – Anggaran yang dialokasikan untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pesan Wali Kota Malang Saat Salat Ied di Masjid Agung Jami

Alokasi anggaran untuk sektor UMKM pada tahun 2023 berada di angka Rp6 miliar. Namun, pada tahun 2024, anggaran ini turun menjadi sekitar Rp4,8 miliar, dan pada tahun 2025 yang diajukan di rencana anggaran APBD hanya sekitar Rp1,39 miliar. 

Anggota DPRD Kota Malang, dari fraksi PKS, Bayu Reksa Aji mengatakan, Pemerintah Kota Malang kurang berpihak pada pelaku UMKM. Bahkan dia menganggap Diskopindag Kota Malang tidak serius. 

Event Madyopuro Mangano Bakal Sambut Pemudik di Awal Lebaran

"Dari besaran angka tersebut mencerminkan bahwa Pemerintah Kota Malang kurang memperhatikan sektor UMKM, bahkan bisa dikatakan tidak ada perhatian yang serius," kata Bayu, Senin, 4 November 2024. 

Bayu menyebut, di tengah pasar yang lesu serta deflasi yang mempengaruhi sektor UMKM. Pemkot Malang seharusnya mendukung para pelaku UMKM melalui program-program seperti pendampingan, pembinaan, pemasaran, hingga bantuan permodalan. 

Hiswana Migas Malang Imbau Warga Tenang, Karena Stok BBM dan Gas Aman

"Kami di DPRD Kota Malang meminta agar Pemerintah Kota, dalam hal ini Diskopindag, bisa lebih serius dan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk sektor usaha mikro," ujar Bayu.

DPRD Kota Malang mendesak agar anggaran di sektor mikro ini bisa dirasionalisasikan kembali dan ditingkatkan dalam APBD 2025 mendatang. Minimal kembali pada angka Rp6 miliar seperti di tahun 2023. 

Halaman Selanjutnya
img_title