Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam dan Telur di Jombang Mulai Naik
- VIVA Malang/Elok Apriyanto
Jombang, VIVA – Harga daging ayam dan telur di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jombang mulai mengalami kenaikan jelang Ramadan. Salah satunya di Pasar Pon Jombang.
Rozak, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Pon Jombang, mengatakan bahwa kenaikan harga daging ayam dan telor tersebut terjadi sejak sepekan terakhir.
Dikatakan Rozak, sejak seminggu yang lalu, harga daging ayam mulai mengalami kenaikan setiap harinya. Bahkan, kata dia, kenaikan harga terjadi sebanyak tiga kali.
"Harga daging ayam, seminggu yang lalu masih di kisaran Rp29 ribu, naik menjadi Rp30 ribu dan naik lagi hingga sekarang harganya mencapai Rp33 ribu," kata Rozak, Minggu, 25 Februari 2024.
Ia menyebutkan, naiknya harga daging ayam ini seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan pada bulan depan.
"Ya diperkirakan mendekati bulan suci Ramadan nanti, harga daging ayam naik, karena biasanya banyak permintaan dari konsumen," ujarnya.
Karena mengalami kenaikan dan permintaan konsumen masih sangat minim, Rozak mengaku dirinya lebih memilih mengurangi stok daging ayam.
"Berhubung ada kenaikan harga ayam, untuk stok ayam jualan di kurangi. Biasanya motong ayam, di jual ke pasar sekitar 1,5 kwintal sehari, sekarang motong ayam sekitar 1 kwintalan karena ada kenaikan harga," tuturnya.
Kenaikan harga daging ayam ini juga dibarengi dengan naiknya harga telur ayam. Seperti yang diungkapkan Iwan, salah satu pedagang sembako di pasar Pon Jombang.
"Harga telur sekarang Rp 29 ribu yang semula harganya Rp 26 ribu, per kilogramnya," kata Iwan. Dengan adanya kenaikan ini, Iwan menyebut daya beli konsumen maupun pelanggan di tokonya mulai terpengaruh.
"Dampak dari kenaikan harga ini pembeli menurun, biasanya pelanggan beli 5 kilogram, sekarang belinya 3 kilogram belinya sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.