Pemkot Pasuruan Optimalkan Pasar Murah untuk Hadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok
- Mochamad Rois / Pasuruan
Pasuruan, VIVA – Pemkot Pasuruan telah mengambil sejumlah langkah untuk atasi kenaikan beberapa harga bahan pokok di atas harga eceran tertinggi (HET). Sejumlah langkah tersebut telah dijalankan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pasuruan.
Wakil Wali Kota Pasuruan sekaligus Ketua TPID Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengatakan bahwa Pemkot Pasuruan telah melakukan beberapa langkah dalam mengendalikan harga bahan pokok.
Diantaranya, dengan memonitoring harga komoditas pangan setiap hari di pasar, pelakukan operasi pasar, dan melakukan komunikasi dengan produsen dan distributor.
"Kita melakukam operasi pasar di Gor Kota Pasuruan dengan target 2000 orang. Ada beberapa bahan pokok, seperti beras, telur, gula,minyak yang dijual dengan harga murah. Harapanya dengan adanya operasi pasar ini dapat menekan harga bahan pokok terutama beras yang sekarang sedang naik," kata Mas Adi sapaan akrabnya, pada Jumat, 23 Februari 2024 kemarin.
Dalam operasi pasar ini, pemerintah Kota Pasuruan menyediakan 20 ton beras, 300 kilogram daging ayam, 240 liter minyak, 700 kilogram gula pasir, dan 120 kilogram telur.
Selain itu, Mas Adi juga menuturkan bahwa pemkot juga berkoordinasi dengan disributor ataupun produsen bahan pokok agar tidak melakukan penimbunan.
"Nanti kita akan pantau setelah dilakukan operasi pasar ini, apakah harga bahan pokok tetap tinggi atau terjadi penurunan," ujar Mas Adi.
Nah, untuk melakukan evaluasi efektivitas langkah-langlah Pemkot Pasuruan dalam menekan inflasi, tim TPID terus melakukan rapat koordinasi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, Hery Sujatmiko, mengatakan bahwa dalam operasi pasar ini beras dijual seharga Rp51 ribu kemasan 5 kilogram. Lalu minyak goreng perliter Rp13 ribu gula pasir 1kilogram seharga Rp16 ribu, 1 kilogran daging ayam Rp30 ribu dan telur Rp26 ribu per kilogram.
"Ada ayam potong yang sekarang di pasaran harga mencapai tiga lima sampai tiga delapan perkilo, disini cuma tiga puluh ribu perkilo,” tutur Mas Adi.
Ia juga menuturkan, bahwa nantinya pemkot Pasuruan akan menggelar operasi pasar kembali pada 29 Februari dan 6 Maret 2024 bertempat di halaman gedung Wicaksana Laghawa.
Sementara itu salah satu ibu rumah tangga bernama Siti, yang ikut membeli beras dalam operasi pasar tersebut menuturkan, dengan adanya pasar murah cukup membantu mereka dalam menghemat pengeluaran.
"Harga beras naik mbak, saya beli kemarin 70 ribu lebih mbak 5 kilogram. Ini Rp51 ribu per 5 kilogram. Cukup membantu buat saya yang anak 4 mbak," kata Siti
Selain itu, warga yang ingin membeli bahan pokok dalam operasi pasar ini, cukup membawa KTP Kota Pasuruan dan nantinya akan ditukar dengan kupon oleh panitia.