Harga Beras di Jombang Naik Drastis, Pedagang Pilih Tak Berjualan
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Naiknya harga beras di pasar tradisional kian meresahkan. Kini harga beras premium di Pasar Pon Jombang, Jawa Timur, tembus diangka Rp16.500 per kilogramnya. Sedangkan harga beras medium Rp15.500 per kilogramnya.
Padahal, sebelumnya harga beras ini, pada hari Kamis, 15 Februari 2024 kemarin, untuk beras premium harganya masih Rp16.000, per kilogramnya. Sedangkan harga beras medium masih diangka Rp15.000 per kilogramnya.
Kondisi ini membuat para pedagang beras di Pasar Pon Jombang, memilih untuk tidak berjualan. Lantaran para pelanggan juga jarang membeli beras.
Wahyuni (48 tahun) pedagang beras di Pasar Pon Jombang mengaku sudah dua pekan ia tak berjualan beras.
"Sudah dua Minggu gak jualan lagi beras. Karena beras sekarang semakin mahal," kata Wahyuni, Senin, 19 Februari 2024.
Selain harga beras mahal, ia mengaku memilih tidak berjualan lantaran, para pelanggan kini sudah tidak lagi membeli beras di tempatnya.
"Ya pelanggan kita semakin lama, semakin menurun mas. Karena beras semakin mahal," ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengatakan ketersediaan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) di pasar juga sulit ditemukan.
"Selama 3 mingguan ini kita tidak disediakan beras SPHP. Karena itu tadi diblacklist, oleh pihak yang berwenang," tuturnya.
Saat ditanya berapa harga beras di tingkat pedagang, ia mengaku harga beras cukup mahal. Karena mengalami kenaikan Rp1.000, akhir-akhir ini.
"Beras premium sekarang Rp16.500 per kilogramnya, kalau yang medium Rp15.500 atau Rp15.000, per kilogramnya," katanya.
Ia pun berharap agar pemerintah dapat mengatasi naiknya harga beras tersebut. Hingga beras harganya kembali normal seperti biasanya.
"Ya harapannya pada pemerintah bisa menurunkan harga beras seperti dulu lagi lah, seperti beras medium," ujarnya.