Jelang Perayaan Imlek, Produksi Dupa di Jombang Meningkat Hingga 50 Persen

Proses pembuatan dupa di Desa Bawangan, Ploso.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

MalangPerajin dupa yang ada di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mengalami peningkatan pesanan. Peningkatan proses produksi dupa naik hingga 50 persen untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2024 nanti. 

Cegah Aksi Pencurian, Polres Jombang Lakukan Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik

Perajin dupa asal Desa Bawangan, Ploso, Faturrahman mengatakan, setiap tahun saat tahun baru Imlek, produksi dupa di tempat usaha miliknya pasti mengalami peningkatan akibat banyaknya pesanan.

"Jelang Imlek ini Alhamdulillah ada kenaikan pesanan. Setiap tahun jelang Imlek selalu meningkat," kata Rahman, Jumat, 2 Februari 2024.

Arus Mudik dan Balik Lebaran, Pengguna Jalan Wajib Patuhi Aturan Lalu Lintas di Jombang

Dengan dibantu oleh kelima karyawannya, rumah produksi dupa milik Rahman ini bisa menghasilkan puluhan kilogram dupa dalam sehari. Setiap hari setidaknya 20 kilogram dupa terjual. 

"Saat jelang perayaan tahun Baru Imlek 2024. Perhari bisa terjual 20 kilogram," ujar Rahman. 

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Ia menjelaskan bahwa dupa yang paling diburu para pelanggan dalam momen Imlek tahun ini, yakni dupa berbentuk kerucut. Dupa kerucut lagi tren dibandingkan dupa bentuk lidi sehingga lebih banyak diminati. 

"Dupa kerucut lebih banyak peminat dibandingkan dupa lidi. Bedanya kerucut dan dupa lidi hanya di bentuk, namanya costumer kan beda-beda permintaannya, timer saat pembakaran juga beda," tutur Rahman. 

Untuk pemasaran dupa hasil produksinya, Rahman mengaku selain dijual di toko miliknya yang ada di Ploso, ia juga memasarkan secara online. Bahkan produknya bisa sampai Afrika dan Kanada

"Pemasaran kita di Klenteng dan toko perdupaan itu saya suplai. Utamanya di online shop sehingga penjualan paling jauh lokal di daerah Bali, jika online paling ramai orderan di Afrika dan Kanada," ujarnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk harga dupa dibandrol dengan harga yang beragam bergantung bentuk dan jenisnya. Untuk harga per kilogram dupa kerucut dengan dibandrol dengan harga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung pada ukuran.

"Kalau dupa lidi Rp100 ribu hingga Rp150 ribu tergantung pada panjang pendeknya," tuturnya.

Rahman mengaku, bahan yang digunakan untuk pembuatan dupa kerucut dan bentuk lidi, berasal dari serbuk kayu. Bahan-bahan dari serbuk kayu Cendana dan Gaharu dipilih untuk menjaga kualitas. 

"Bahan yang digunakan untuk pembuatan dupa kerucut dan lidi dari serbuk kayu Cendana dan Gaharu. Itu murni tanpa campuran, karena kita menjaga kualitas barang," kata Rahman.