Dua Pekan Jelang Idul Adha, Produksi Arang di Jombang Ramai Pesanan

Arang yang diproduksi Sukarno
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Dua pekan jelang hari raya idul adha, rumah produksi arang di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ramai pesanan.

Cegah Aksi Pencurian, Polres Jombang Lakukan Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik

Tak tanggung-tanggung, ramainya pesanan ini meningkat hingga 50 persen bila dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Khusus edisi pesanan Idul Adha, dalam sekali produksi rumah pembuatan arang milik Sukarno (62 tahun) ini, menghabiskan 32 kibik kayu bakar.

Arus Mudik dan Balik Lebaran, Pengguna Jalan Wajib Patuhi Aturan Lalu Lintas di Jombang

"Pesanan meningkat, jelang Idul Adha. Pesanan banyak meningkat sampai 50 persen. Dari hari biasanya," kata Sukarno, Kamis 15 Juni 2023.

Ia mengaku, bila hari-hari biasa pesanan arang hanya berkisar sampai 2 sampai 3 karung. Atau kurang lebih 22 kilogram. Dan pada momen hari raya kurban, pesanan setiap hari bisa sampai 5 hingga 6 karung.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

"Hari biasa 2, sekarang sampai 5 karung sekali pesanan, dalam waktu satu minggu sekali. Tapi ada juga yang peesan sampai 10 karung," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di rumah produksi arang miliknya, terdapat 4 tungku. Dan dalam sekali produksi, membutuhkan waktu 10 hari.

"Ya 10 hari untuk proses pembuatan arang. Dan ini satu tungku itu satu truk (ukuran 8 kibik). Nah ini ada 4 tungku. Kalau di rinci, satu truk itu ada 8 pohon mangga," ujarnya.

Untuk setiap tungku, sambung Sukarno, mampu menghasilkan 32 karung arang yang siap untuk dijual ke pasar.

"Satu karung itu kan 22 kilogram, kalau dikali 32 ya bisa 704 kilogram arang untuk satu tungku," tuturnya.

Untuk harga setiap kilogram arang, dibandrol dengan harga Rp3.500. Dan dalam sekali produksi satu tungku bisa menghasilkan omzet Rp2 juta.

"Satu tungku itu dua kali pembakaran, dan satu kali pembakaran bisa untung Rp1 juta. Jadi ya kalau semua tungku produksi, dalam sebulan bisa Rp8 juta," katanya.

Saat ditanya dimana sajakah arang buatannya, dipasarkan. Ia mengaku selama ini, hanya melayani pesanan arang dari dalam Jombang.

"Pengiriman ya ke Mojoagung, Blimbing, dan Jombang buat bakar sate, sama nasi goreng," tuturnya.