Hadiri Halaqoh Kebangsaan di Pasuruan, Mahfud MD: Kalau Mau Pilih Pemimpin, Cek Riwayat Hidupnya

Mahfud MD hadiri halaqoh kebangsaan di Bangil, Pasuruan.
Sumber :
  • VIVA Malang/Mochamad Rois

"Kalian boleh percaya kalau orang itu hidupnya sederhana. Tapi, kalau arlojinya saja Rp70 juta, sepatunya Rp36 juta, celananya Rp17 juta, kaos dalamnya Rp6 juta, tidak bisa dipercaya dia bisa memberi contoh hidup sederhana," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD menekankan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan orang yang berbicara akan menegakkan hukum, namun orang itu sendiri telah melanggar hukum.

Selain itu, Mahfud MD juga menyinggung soal calon yang berbicara terkait penegakan demokrasi, tetapi demokrasinya saja dicurangi. Menurutnya, apa yang disampaikan calon tersebut tidak dapat dipercaya.

"Kalau ada yang bilang saya kalau jadi akan menegakkan hukum, lah anda selama ini tidak menegakkan hukum, malah melanggar hukum, kok mau menegakkan hukum. Saya menegakkan demokrasi, tapi demokrasinya curang. Tidak bisa," ujarnya yang disambut tepuk tangan.

Saking semangatnya, para peserta pun melemparkan celetukan, 'Gak Bahaya Ta', selain itu ada yang meneriakkan kata omon-omon. "Omon-omon," ucap salah satu peserta dalam acara halaqoh kebangsaan.

Banyaknya orang yang berteriak membuat Mahfud MG berhenti berbicara sejenak dan bertanya kepada peserta yang hadir. "Apa? ubur-ubur? oh omon-omon katanya," ucap Mahfud sambil menahan tawa.

Di tengah keriuhan tersebut, para peserta lain kembali melemparkan celetukan. "Dikira kebun binatang Pak Kiai (Mahfud MD)," ucap peserta lain yang hadir dalam acara halaqoh kebangsaan tersebut.