Cari Telur Emas Seperti di YouTube, Balita di Jombang Tewas Tenggelam di Sungai
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – RR (4) balita asal Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tewas tenggelam di Sungai Catak Banteng, pada Senin 31 Maret 2025.
Bocah perempuan tersebut tewas tenggelam saat berenang di sungai untuk mencari telur emas seperti trend yang ada di YouTube.
Kapolsek Bareng, AKP Mustoib menjelaskan, semula korban bermain dengan 2 orang temannya untuk mencari telur emas di sungai Banteng.
"Sekitar pukul 12.30 WIB, korban ini mengajak 2 temannya yakni MR (4) dan FI (4) ke sungai banteng yang ada di Desa Tebel, untuk mencari telur emas yang diketahui korban dari video di YouTube," kata Mustoib.
Sesampainya di lokasi kejadian, sambung Mustoib, korban mengajak temannya untuk turun ke sungai. "Korban ini turun ke sungai sendiri, sedangkan 2 temannya masih di pinggir sungai," ujarnya.
Selang beberapa saat kemudian, teman korban melihat RR sudah hanyut di sungai banteng. Dan keduanya pun tak berani turun ke sungai.
"Temannya ini melihat korban sudah hanyut selanjutnya keduanya naik ke atas tidak jadi turun ke sungai," tuturnya.
Lantaran temannya hanyut di sungai teman-teman korban selanjutnya pulang dan memberi tahu orang tuanya masing-masing.
"Karena takut keduanya langsung pulang dan memberi tahukan kejadian itu ke ibunya masing-masing. Selanjutnya mereka memberi tahu ibu korban," katanya.
Tak lama warga pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek dan BPBD Kabupaten Jombang. Selanjutnya dilakukan upaya pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.
"Setelah upaya pencarian memakan waktu 1 jam, ayah korban melihat jasad anaknya di utara sungai yang berjarak 1 kilometer dari titik korban hanyut," ujarnya.
Meski ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, dan jasadnya pun dievakuasi dari sungai, untuk dilakukan pemakaman di tempat pemakaman umum desa setempat.
"Keluarga korban menerima atas musibah yang menimpa anaknya itu, kemudian dibuatkan surat pernyataan disaksikan keluarga dan mengetahui kepala desa," tuturnya.
"Kedua orang tua korban tidak menghendaki dilakukan otopsi, cukup dilakukan visum luar dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban, selanjutnya korban dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan," kata Mustoib.