Diduga Proyek 'Siluman' Sempat Terhenti Kini Dilanjutkan Kembali

Proyek perbaikan jalan di Bangsri Plandaan, Jombang.
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Proyek pembangunan jalan di ruas Gebangbunder-Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang Jawa Timur, membuat bingung warga setempat.

Hal ini dikarenakan dalam proses pengerjaannya, proyek itu sempat terhenti lama. Selain itu warga menduga bahwa proyek tersebut adalah proyek siluman.

Mengingat pada lokasi pekerjaan proyek yang ada di Desa Bangsri, itu tak ada papan proyek.

"Pekerjaan proyeknya itu sudah lama, gak dikerjakan. Sekitar satu bulan," kata Sukamad, warga Desa Bangsri, Sabtu 20 Juli 2024.

Saat ditanya mengapa proyek tersebut berhenti, dan apakah itu proyek milik pemerintah Desa, ia mengaku tidak tahu soal alasan tersebut.

"Gak tahu mas, dan gak tahu siapa yang mengerjakan, mungkin kades yang tahu Informasinya," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Harun salah satu warga setempat yang melintas di lokasi proyek.

Harun mengaku, jalan paving sebagian memang sudah dibongkar. Di situ juga sudah terpasang material batu kerikil.

"Sisi separuhnya sudah terpasang. Sementara kondisi paving yang dibongkar sebagian tergeletak," tuturnya.

Ia menegaskan akibat kegiatan proyek siluman itu, pengguna jalan harus bergantian saat melintas. Karena hanya satu sisi yang bisa dilalui pengendara. 

"Sudah sejak beberapa minggu ini nggak ada yang kerja lagi," katanya.

Ia pun menerangkan bahwa sebenarnya, kondisi jalan paving itu sebelumnya sudah rusak. Selanjutnya dilakukan pembongkaran dan dipasang.

"Sementara hanya satu sisi. Makanya hanya sebelah saja yang sudah dipasang, satunya dibiarkan saja," ujarnya.

Harun mengaku, tidak mengetahui persis alasan perbaikan jalan itu mandek. "Tahu-tahu setelah dibongkar dan dikasih kerikil nggak ada yang kerja," tuturnya.

Meski demikian, ia berharap perbaikan jalan itu bisa tuntas. Mengingat ruas itu merupakan akses warga dari Desa Gebangbunder ke pusat kecamatan.

"Mudah-mudahan libur saja, nggak sampai ditinggal," katanya.

Sementara itu, Suradi Kepala Desa Bangsri, mengaku bahwa pekerjaan perbaikan jalan paving itu bukanlah milik Desa, melainkan itu pekerjaan milik Pemkab Jombang.

Selain itu, ia menyebut bahwa pekerjaan perbaikan itu memang dikerjakan secara putus-putus. Karena info yang didapatkan bahwa ada keterlambatan pembayaran dari pelaksana proyek ke pekerja.

"Memang gak ada papan proyek, tapi itu katanya milik Pemkab. Dan itu pekerjaannya pedot-pedot (putus-putus), kita juga gak tau kenapa karena gak ada surat pemberitahuan ke Desa," ujarnya.

"Kemarin sempat gak ada pekerja terus hari ini ada lagi pekerjanya, informasinya pembayaran pekerja lambat, yang jelas jalan pavingnya masih terpasang separuh. Coba tanya aja ke pak Bayu PUPR, karena kita gak ada surat," tuturnya.