Kelompok 695 MMD Universitas Brawijaya Latih Warga Tengger Bikin Donat Kentang
- Viva Malang
Pasuruan, VIVA – Kelompok 695 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melatih ibu-ibu PKK di Desa Podokoyo, Tosari, Kabupaten Pasuran untuk membuat donat dari kentang.
Uniknya lagi kentang yang dibuat merupakan hasil bumi warga Tengger yang ditanam di sekitar Gunung Bromo. Pelatihan dilakukan di Balai Desa Podokoyo pada Minggu, 16 Juli 2023.
Ketua Tim Hibah MMD Desa Podokoyo, Tri Mega Asri, mengatakan, bahwa program hibah pengabdian masyarakat strategis ini berjudul 'Perancangan dan Penerapan Marketing Branding Desa Wisata dan Produk Unggulan sebagai Bentuk Upaya Peningkatan Perekonomian Warga Desa Podokoyo'.
Sebanyak 20 ibu-ibu PKK dilatih untuk membuat olahan donat kentang di bawah arahan Purweni Widhianningrum. Tidak hanya sekedar membuat. Warga diajak berhitung modal awal hingga penentuan harga jual donat kentang.
"Desa disini belum ada UMKM makanya kita sasar untuk pelatihan donat kentang. Apalagi potensi tanaman disini adalah kentang," kata Tri Mega Asri.
"Supaya mereka punya usaha sendiri kita beri pelatihan. Lalu bagaimana cara dia membuat donat kentang dihitung mulai modal sampai keuntungan hingga harga penjualan. Materinya sampai kesitu," tambahnya.
Salah satu warga Desa Podokoyo yang mengikuti pelatihan membuat donat kentang adalah Hartati. Dia merasa senang dan bangga karena mendapat ilmu baru dalam membuat kentang yang halus dan enak.
"Setelah mendapat pelatihan ini akhirnya saya tahu bahwa membuat donat dari santan matang agak halus dan enak. Kita ini kan sering saling membantu keluarga atau tetangga untuk hajatan ini nanti akan kita buat praktik saat itu," tutur Hartati.
Selain olahan kentang. Sekitar 20 warga lainnya ikut dalam pelatihan peningkatan kapasitas public speaking. Mereka adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Podokoyo, Tosari, Kabupaten Pasuran. Puluhan kader Pokdarwis mendapat pelatihan eksklusif dari dosen sekaligus praktisi, Anak Agung Ayu Mirah dan mahasiswa UB.
Tri Mega Asri, mengatakan, pelatihan ini betujuan untuk meningkatkan kapasitas puluhan kader Pokdarwis di Desa Wisata Podokoyo. Apalagi desa ini meraih penghargaan Juara I Lomba Wisata Desa Award (WDA) tingkat Kabupaten Pasuruan pada tanggal 29 Maret 2019.
"Kami ingin di sini tidak hanya mengandalkan wisatanya saja, tapi juga orang-orang sekitar harus nemiliki skill tambahan untuk mendukung wisata yang sudah ada. Termasuk kami bantu branding sosial media," kata Tri Asih.
Para kader Pokdarwis Podokoyo ini diajari bagaimana menghadapi wisatawan, mulai menyambut kedatangan sampai melayani komplain. Semua itu harus dilakukan dengan gestur, kata, dan voice yang sudah diajarkan.
"Mereka harus lebih sopan menyapa kustomer, lebih ramah lagi dengan mewarakan bantuan. Produk knowledge mereka juga harus bertambah," ujar Dosen Fakultas Vokasi UB ini.