Jaringan Perempuan Nahdliyin Jombang Masif Sosialisasikan Pasangan AMIN
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) Kabupaten Jombang secara masif melakukan sosialisasi pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar atau Paslon AMIN sebagai calon presiden dan wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Mereka membidik suara pemilih dari kalangan perempuan, di Kabupaten Jombang. Bahkan, secara resmi 210 pengurus Kecamatan JPN telah dikukuhkan di Pondok Pesantren Al-Aqobah, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Rabu, 20 Desember 2023.
Ketua JPN Jombang, Nur Arifah mengatakan dalam upayanya untuk menggalang dukungan mereka terus menggelar berbagai kegiatan. Mereka ingin mengedukasi, memberdayakan, dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam mendukung perjalanan politik AMIN.
"Kami di JPN Jombang memiliki komitmen kuat untuk melibatkan perempuan dalam proses politik, menjelang Pilpres 2024. Kami menganggap pentingnya suara perempuan untuk mencapai keputusan yang inklusif dan mewakili kepentingan masyarakat secara menyeluruh,” kata Arifah, Rabu, 20 Desember 2023.
Arifah menyebut, sebagai strategi pemenangan, JPN Jombang akan mengadakan berbagai pertemuan. Termasuk membuat diskusi panel, dan kegiatan sosial lainnya untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran perempuan dan pentingnya peran mereka dalam proses politik.
"Kami percaya bahwa partisipasi perempuan bukan hanya tentang hak, tetapi juga tentang memastikan visi dan aspirasi perempuan diwakili dalam kebijakan nasional," ujar Arifah.
Ia pun menegaskan akan terus berupaya membangun jaringan yang lebih luas. Dalam rencana mereka, JPN Jombang akan berkolaborasi dengan kelompok-kelompok perempuan lokal dan lembaga sosial lainnya.
"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya partisipasi perempuan dalam memengaruhi arah politik nasional. Ada 10 perempuan yang menjadi pengurus di setiap kecamatan," tuturnya.
"Betapa pentingnya peran perempuan dalam mendukung proses politik dan menggambarkan komitmen kuat dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih inklusif dan representatif di masa depan," tambah Arifah.