Yayasan Omah Munir Putus Kerjasama dengan Pemkot Batu
- Viva Malang/Galih Rakasiwi
Batu, VIVA – Tidak ada kejelasan terkait pengelolaan Museum Omah Munir, Yayasan Museum HAM Omah Munir memutuskan kerjasama dengan Pemkot Batu.
Kepastian itu disampaikan Ketua Yayasan Museum HAM Omah Munir, Suciwati saat dihubungi media ini, pada Jumat 29 September 2023.
Keluhan yang disampaikan yaitu belum adanya langkah yang jelas serta kepastian dari Pemkot Batu melaksanakan isi perjanjian yang telah disepakati 28 November 2023 silam.
"Jadi sejak terbentuk tidak ada itikad baik dan langkah kongkrit penyelenggaraan eksebisi dan pembelajaran hak asasi manusia di museum," katanya.
Bahkan dalam pengadaan beberapa barang Pemkot Batu tidak pernah melibatkan atau memberitahu yayasan sama sekali. Selain itu tidak adanya transparansi dalam belanja keperluan museum.
"Seperti Pemkot Batu itu kan dapat alokasi dana dari Pemprov Jatim tahun 2022. Nah itu digunakan untuk pengadaan yang tidak diperlukan. Contohnya pengajuan anggaran untuk membangun wahana edukasi anak yang seharusnya hanya Rp1,5 miliar ditulis menjadi Rp13 miliar," tuturnya.
Bahkan yayasan sudah 2 kali melayangkan somasi pada Pemkot Batu. Namun tidak ada tanggapan untuk merealisasikan isi perjanjian yang disepakati.
"Seperti dalam somasi kedua, memang ada balasan tapi kurang realistis. Sebab Pemkot Batu menyatakan dalam penyusunan dan rencana isi museum merupakan hak dan kewenangan Pemkot Batu. Bukan yayasan," katanya.
Suciwati yang merupakan istri mendiang pejuang HAM Munir ini berkeinginan dengan pemutusan ini. Museum tidak diperkenankan memakai nama Munir.
"Tolong nanti jangan memakai nama almarhum suami saya Munir. Yayasan Museum HAM Omah Munir juga tidak bertanggungjawab atas penggunaan anggaran dan penyelenggaraan gedung tersebut," tuturnya.