Keren, Santri Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Anggota Parlemen Remaja
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Muhammad Rivaldi Ka'bah (17 tahun) santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi anggota parlemen remaja 2023.
Ia terpilih menjadi anggota parlemen remaja mewakili daerah pemilihan (dapil) 8, yang meliputi wilayah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, serta Kota Madiun dan Kota Mojokerto.
Dari 9.996 pelajar seluruh Indonesia yang mendaftar jadi anggota parlemen remaja, yang diadakan Sekretariat Jenderal DPR RI itu, hanya diambil 134 orang. Dan setiap pelajar tersebut mewakili masing-masing dapil yang ada di Indonesia.
Ditemui di ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Muhammad Rivaldi Ka'bah, mengaku mengikuti parlemen remaja itu, lantaran ia memiliki gagasan untuk membuat kelompok remaja yang melek hukum.
"Jadi memang saya agak tertarik dengan hukum, dan politik, di kehidupan sehari-hari, baik di media sosial atau di koran. Dan karena itulah saya tertarik untuk mengikuti ajang parlemen remaja," kata Rivaldi, Jum'at 25 Agustus 2023.
Usai memiliki ketertarikan pada ajang parlemen remaja itu, ia selanjutnya mengurus segala keperluan administrasi syarat ajang tahunan tersebut.
"Setelah itu saya lengkapi CV, dan setelah proses administrasi serta CV saya lengkap, selanjutnya saya mulai mengerjakan esai, dan membuat video pendek yang saya angkat dari esai saya," ujarnya.
Lantaran tema ajang parlemen remaja tahun ini adalah, “Remaja Kenal Hukum: Taat Aturan, Masyarakat Aman”, ia mengaku membuat esai tentang cara mensosialisasikan hukum pada kelompok remaja.
"Esai yang saya angkat ini, tentang komunitas bagi para remaja, untuk bisa mengenali hukum lebih dalam, dengan cara menjadi konselor bagi teman sebayanya," tutur Rivaldi, yang merupakan warga Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.
"Jadi program yang saya jalankan ini, dilakukan antar remaja. Kenapa seperti itu, karena menurut penelitian remaja itu cenderung lebih mudah mendengar penjelasan dari temannya daripada gurunya atau orang lain," kata Rivaldi.
Ia pun mengaku, dalam ajang parlemen remaja itu, para peserta diwajibkan untuk mengumpulkan video dengan durasi kurang dari 3 menit. Dan ia membuat video ini, secara mandiri. Dengan bantuan dari teman-temannya.
"Setelah dua minggu, saya kaget karena lolos, dan ini berkat guru-guru saya, dan teman-teman saya, yang membantu membuat esai dan video. Video saya itu, temanya bagaimana cara saya sebagai legislator untuk menegakkan hukum yang berkeadilan," ujar Rivaldi anak semata wayang pasangan Aripudin (44 tahun), dan Yulianita Lestari (33 tahun) tersebut.
Ia mengaku berdasarkan esai yang mengusung konsep membuat wadah atau komunitas bagi para remaja untuk mendapatkan edukasi hukum itulah, yang mempengaruhi ia lolos menjadi anggota parlemen remaja.
"Memang penilaian yang paling besar itu dari esainya. Progam kampanye yang saya buat komunitas remaja melek hukum (Korjakum)," tutur Rivaldi.
Usai terpilih menjadi anggota parlemen remaja, ia selanjutnya akan pergi ke Jakarta untuk melakukan parja pada tanggal 11 hingga 16 September nanti.
"Nanti di sana akan mengikuti pembekalan oleh anggota DPR RI, di wisma Bogor, dua hari. Selanjutnya pada hari ke 3 nanti kita baru melakukan simulasi rapat paripurna DPR RI, dan juga simulasi rapat kerja," kata Rivaldi yang merupakan pelajar kelas XII Agama, MA Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh.
Saat ditanya dari manakah keinginan mempelajari hukum itu muncul, ia mengaku faktor yang mempengaruhi kegemaran itu, dipengaruhi oleh orang tua, dan lingkungan ponpes.
"Inspirasinya dari ayah saya sendiri karena ayah saya itu seorang advokat. Dan kalau di Pondok itu latar belakang pondok itu di politik semua, Gus Farid di DPRD Jombang, Gus Adi di DPRD Provinsi, dan Neng Ema di DPR RI, jadi ya saya ngerasa sebagai santrinya ya saya harus bisa lah (jadi anggota parlemen remaja) seperti kyai-kyai saya," ujar remaja yang juga menjadi pengurus IPNU Komisariat Tambakberas.
Ia mengaku saat ini ia masuk dalam fraksi Kutai, yang berisi 27 anggota. Dimana nantinya fraksi Kutai akan membahas tiga rancangan peraturan perundang-undangan.
"Nanti yang kita bahas ada 3 Rancangan KUHP, yakni tentang pidana mati, terus penghinaan terhadap presiden, dan juga penyelenggaraan pawai, demonstrasi dan unjuk rasa tanpa izin. Jadi RKUHP nya yang lagi viral. Jadi nanti tiap fraksi akan menyampaikan pandangannya tentang itu, dan kebetulan saya jadi ketua fraksi Kutai," tuturnya.
Sementara itu, Farid Alfarizi atau Gus Farid selaku pembina asrama Al Wahabiyah 1, Ponpes Bahrul Ulum mengaku mendukung yang dilakukan Rivaldi.
"Kami yang ada di pembina Pondok, akan selalu support dan mendukung, yang dilakukan santri seperti Rivaldi ini. Dan saya juga kaget santri saya ada yang lolos menjadi anggota parlemen remaja," kata Gus Farid.
Perlu diketahui, parlemen remaja merupakan kegiatan pembelajaran politik kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Mereka akan merasakan simulasi menjadi Anggota DPR RI selama 6 hari.
Dan tujuan dari parlemen remaja ini untuk memasyarakatkan fungsi dan peranan DPR-RI kepada remaja sebagai generasi penerus bangsa.
Selain itu, untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang proses pembuatan kebijakan publik di Parlemen, serta untuk meningkatkan pemahaman tentang proses demokrasi di Indonesia melalui pelaksanaan simulasi Parlemen.