8 Program Prioritas Gendon Untuk Perubahan Perumdam Among Tirto Kota Batu

Direktur Perumdam Among Tirto, Achmad Yusuf alias Gendon
Sumber :
  • VIVA Malang / Galih Rakasiwi

Batu, VIVA – Ada 8 program prioritas kerja menuju Among Tirto, Unggul, Profesional, dan Sejahtera yang diusung oleh Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf.

img_title DLH Kota Batu Asah Kapasitas Pengelola TPS3R, Siapkan Operasional Rumah Kompos 2026

Poin pertama yaitu akan lakukan penurunan NRW (Non-Revenue Water) dengan penggantian meter air, revitalisasi jaringan dan pembuatan pionir zonasi dan distric meter area pada tiap SPAM.

Penurunan NRW, kata Gendon sapaanya, merupakan upaya untuk mengurangi selisih antara jumlah air yang diproduksi oleh Perumdam dengan jumlah air yang benar-benar dibayar oleh pelanggan. 

img_title Wali Kota Batu: Pahlawan Tak Berebut Jabatan, Tapi Mengabdi untuk Bangsa

"NRW mencakup kehilangan air fisik (kebocoran pipa, dll) dan kehilangan air non-fisik (pencurian, meter tidak akurat, dll)," kata Gendon pada Rabu, 11 Juni 2025.

Kedua pihaknya akan menginventarisasi aset. Ini mencakup seluruh aset perusahaan yang akan atau aset yang telah dimiliki oleh Perumdam untuk dilakukan integrasi database guna menciptakan kebijakan strategis dalam peningkatan kualitas pelayanan. 

img_title KPK Soroti Mekanisme Pokir DPRD Batu

Ketiga Implementasi Good Corporate Governance (GCG) dengan pembuatan kode etik, audit charter, pedoman GCG, board manual, dan dokumen pendukung lainnya.

"Kemudian melakukan peningkatan SDM. Peningkatan kapasitas SDM ini sangat penting dengan melakukan pelatihan, uji kelayakan berkala, reward and punishment dan kegiatan penunjang keharmonisan pegawai serta kerja sama dengan penyedia tenaga kerja lain pada beberapa posisi tertentu sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Kelima, pembuatan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Rencana bisnis ini akan dipertimbangkan secara jangka panjang dengan memerhatikan beberapa aspek yakni ketersediaan sumber daya, jangkauan produk, strategi pemasaran serta anggaran dan proyeksi pendapatan.

"Kemudian saya akan lakukan subsidi silang, yakni peningkatan tarif pelanggan kalangan atas dengan tetap mempertahankan tarif untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan sosial serta berpedoman pada penerapan prinsip subsidi silang sehingga dapat menciptakan keadilan pembebanan tarif air secara obyektif," katanya. 

Ketujuh melalukan kerja sama atau optimalisasi kerja sama antara Perumdam di Malang Raya dan kerja sama dengan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM). 

"Dan terakhir penambahan Sumber Air Baku untuk menjamin keberlanjutan supply air bersih dimasa mendatang, seiring dengan pertumbuhan Kota Batu," tuturnya.