Percepat Roda Perekonomian, Penanganan Jalur Pacet Dikebut
- BPBD Jatim
Batu, VIVA – Upaya percepatan pemulihan jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, tepatnya di ruas Jalan Sumber Brantas Cangar-Pacet terus dikebut pasca longsor yang terjadi beberapa waktu lalu yang menewaskan 10 korban jiwa.
Kini, instansi terkait terpantau masih berjibaku di lapangan guna memastikan proses rehabilitasi berjalan aman dan tepat waktu.
Melalui akun Instagramnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan bahwa progres pembangunan fisik penanganan pasca longsor terus menunjukkan perkembangan positif.
"Salah satu fokus utama yakni pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Pengerjaan TPT ini diharapkan mampu memperkuat struktur lereng tebing sekaligus meminimalisir potensi longsor susulan. Pembangunan plengsengan telah mencapai progres baik sekitar 75 persen. Sementara pemasangan bambu dengan metode biosoil engineering baru mencapai 15 persen," katanya Senin 14 April 2025.
Selain pemulihan fisik, pengawasan kondisi tanah di sekitar titik longsor pun terus dimonitor ketat oleh tim gabungan. Berdasarkan laporan dari Safety Officer yang bertugas, sekarang tidak ditemukan adanya pergerakan tanah baru.
Indikator bendera yang dipasang sebagai penanda kondisi stabil, tidak mengalami perubahan posisi sejak dipasang.
“Itu menjadi kabar baik, karena berarti struktur tanah cenderung aman. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem,” ujarnya.
Guna memastikan keamanan di jalur yang terdampak, petugas Polisi Kehutanan (Polhut) juga disiagakan penuh di dua sisi jalur, baik dari arah Kota Batu maupun Mojokerto. Selain melakukan penjagaan, Polhut juga turut memantau kondisi vegetasi di sekitar area longsor.
“Mereka melakukan pengecekan saluran irigasi dan akan mendampingi proses pemotongan pohon yang berpotensi tumbang pada Minggu (13/4/2025). Ini langkah preventif yang penting agar tidak menimbulkan bencana baru,” kata dia.
Tidak hanya itu, BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Mojokerto juga bergerak cepat mengganti baterai Early Warning System (EWS) yang terpasang di area atas longsoran, sebagai bentuk antisipasi terhadap longsor susulan.
"Di sisi lain, Dinas PU Bina Marga UPT PJJ Mojokerto juga menurunkan satu unit excavator untuk melakukan pemerataan tanah di lokasi terdampak," katanya.