Jombang Dikepung Banjir, Begini Langkah Pemkab
- VIVA Malang (Elok Aprianto/Jombang)
"Untuk itu, kita juga komunikasi dengan BBWS," ujarnya.
Ia menegaskan ada ratusan jiwa warga terdampak luapan air sungai Afvour Watudakon. Sehingga warga juga diungsikan ke tempat yang lebih aman.
"Sementara di Dusun Beluk ada 600 jiwa yang terdampak, 55 orang mengungsi di gedung sekolah dan keluarga, terus di Dusun kedondong 350 jiwa 84 jiwa mengungsi di gedung TPQ yang lainnya berada di rumah kerabatnya masing-masing," tuturnya.
Sedangkan upaya yang dilakukan baik bantuan maupun diantaranya menyiapkan posko darurat, melengkapi dengan fasilitas kesehatan, makanan juga didistribusikan oleh teman-teman .Tagana untuk konsumsi juga air bersih.
"Selain itu, ponten kita siapkan di atas jembatan jika masyarakat membutuhkan untuk membuang air atau hajat," katanya.
Ia mengaku selama bencana alam banjir ini, belum selesai. Pihaknya dan tim BPBD kabupaten Jombang, akan bersiaga penuh untuk membantu warga terdampak banjir.
"Selama ini belum selesai kita akan terus siap di sini untuk mendampingi termasuk juga jika dibutuhkan evakuasi karena kita tidak tahu curah hujan di atas bisa saja bertambah," ujarnya.
Saat ditanya apakah warga terdampak mendapatkan cukup makanan dan pemenuhan kebutuhan air bersih, ia mengaku warga akan diberikan makanan dan obat-obatan untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Untuk pemenuhan kebutuhan makan itu diberikan tiga kali sehari, untuk yang air bersihnya disuplay tangki, kita siapkan tandon air," tutur Wiku.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, banjir yang diakibatkan intensitas curah hujan tinggi, kini kian meluas hingga berdampak pada 4 Kecamatan lain yang ada di kota santri.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Jombang, genangan air masih terjadi di Kecamatan Peterongan, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Diwek, dan Kecamatan Jombang kota.