Ini Prioritas Pembangunan Dalam Raperda APBD 2025 Kota Batu
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
Kadindik Jatim ini menyebutkan lima program prioritas yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kota Batu. Program pertama berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan tingkat pengangguran, termasuk kegiatan bedah rumah, Job Fair, pelatihan keterampilan bagi pencari kerja, serta pemberian BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan dan warga kurang mampu.
"Untuk program kedua mengarah pada peningkatan kualitas kesehatan dan penanganan stunting, termasuk alokasi anggaran gizi spesifik bagi anak-anak selama 1000 hari pertama kehidupan. Di sisi lain, pengendalian inflasi juga diupayakan melalui pemberian subsidi transportasi bahan pokok," katanya lagi.
Ketiga, mendorong investasi melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) digital serta berbagai kegiatan expo inovasi. Program keempat adalah peningkatan kualitas SDM dengan peningkatan alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk sekolah dasar dan menengah pertama, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan penyediaan layanan dasar lainnya.
"Dan program kelima mencakup pembangunan infrastruktur, di mana anggaran akan dialokasikan untuk rehabilitasi kawasan Stadion Brantas, pembangunan trotoar (pedestrian), dan pengembangan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) baru," ujarnya.
Aries mengungkapkan bahwa R-APBD Kota Batu tahun 2025 yang telah disepakati mencapai Rp1,164 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi belanja operasional ditetapkan sebesar Rp975 miliar, dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp311 miliar. Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat ditargetkan mencapai Rp710 miliar.
"Dengan penyusunan Raperda APBD 2025 yang berfokus pada aspek pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, Pemkot Batu memiliki harapan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh," tuturnya.