DPUPR Kota Batu Pastikan Jembatan Kali Paron Bisa Dilintasi saat Lebaran
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
Batu, VIVA – Pembangunan jembatan Kali Paron di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sudah mulai rampung. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memastikan ruas jalur alternatif di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji bisa dilintasi selama momen Lebaran 2024.
"Progres pembangunan sudah mencapai 90 persen, walaupun belum rampung tapi kami pastikan secara fungsional ruas jalan bisa dilewati oleh masyarakat maupun wisatawan selama lebaran 2024," kata Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, Jumat, 5 April 2024.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur jembatan Kali Paron ini cukup penting mengingat di sana menjadi jalur alternatif penting guna mengurai kemacetan di ruas jalur utama di kawasan Sidomulyo.
''Makanya, kami kebut biar pemudik dan wisatawan merasa nyaman. Jadi nanti saat memperingati moment lebaran sudah bisa terlewati, sebelumnya saat proses perbaikan masyarakat atau pengendara diharuskan memutari jalan," ujarnya.
Alfi menargetkan pembangunan jembatan ini dapat rampung seluruhnya sebelum masa kontrak pada akhir April 2024. Jembatan Kali Paron merupakan bagian dari proyek revitalisasi Kali Paron yang didanai dari Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,3 miliar.
"Untuk jembatannya Rp600 juta dan dan di musim libur lebaran ini sudah bisa digunakan. Nanti hanya tinggal finishing saja," tuturnya.
Perlu diketahui, pembangunan jembatan Kali Paron ini sudah dikerjakan sejak Maret 2024 lalu. Sebelum membangun, PUPR juga melakukan normalisasi dengan mengeruk material lumpur di bagian sungai yang kerap dilanda banjir tersebut.
Banjir yang melanda ketika musim hujan terjadi akibat luapan Kali Paron menyebabkan material air bercampur lumpur menggenangi jalan-jalan dan tak jarang sampai masuk ke permukiman warga.
Jembatan yang dibangun berspesifikasi sistem top bottom box culvert dengan panjang 6 meter dan lebar 2 meter. Diharapkan sistem top bottom box culvert ini membawa pengaruh signifikan terhadap kelancaran aliran air sungai tanpa hambatan.
Sebelumnya, pihaknya juga telah membuka saluran pembuangan air ke Sungai Brantas pada Februari 2 hingga 2024. Upaya revitalisasi Kali Paron ini dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat sekitar yang dihantui bencana banjir ketika musim hujan.