Bubarkan Balap Liar di Jombang, Polisi Amankan 35 Remaja dan 22 Motor
- Malang VIVA / Elok Apriyanto (Jombang)
Jombang, VIVA – Puluhan remaja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diamankan aparat kepolisian setempat, usai melakukan aksi balap liar di wilayah jalan Kolonel H Ismail, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang pada Sabtu 30 Maret 2024 pagi, sekitar pukul 05.00 WIB.
Sedikitnya ada 35 remaja dan 22 sepeda motor yang diamankan anggota Polsek Peterongan, dalam aksi balap liar yang dilakukan di depan kantor Kecamatan Peterongan itu.
Kapolsek Peterongan, AKP Dian Anang Nugroho menjelaskan, pembubaran aksi balap liar itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga yang resah dengan aksi balap liar di wilayah kantor kecamatan Peterongan.
"Kita tindaklanjuti laporan dari WA center, bahwa sering kali di jalan depan kantor kecamatan, dipergunakan untuk arena balap liar," kata Anang.
Atas adanya laporan itu, sambung Anang, anggota Polsek Peterongan melakukan pembubaran aksi balap liar di jalan depan kantor kecamatan Peterongan.
"Dan kita mengamankan 22 sepeda motor, dan 35 remaja," ujarnya.
Kepada para remaja yang terjaring razia tersebut, Anang mengaku dilakukan penindakan tegas, berupa tilang. Dan hukuman tambahan untuk melantunkan sholawat nabi.
"Untuk sanksi yang kita berikan, sepeda motornya kita lakukan pengilangan, kemudian untuk para remaja-remaja itu kita lakukan pembinaan untuk bersholawat dan olahraga pagi," tuturnya.
Dengan adanya peristiwa itu, Anang menghimbau pada orang tua, agar selalu melakukan pengawasan pada anaknya masing-masing.
"Kita imbau pada para orangtuanya agar mengawasi anak-anaknya pada jam-jam malam, karena kalau gak pulang segera dihubungi untuk pulang, karena sekarang ini banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh remaja, baik konvoi atau balap liar seperti ini tadi," katanya.
Saat ditanya dari mana sajakah remaja yang melakukan aksi balap liar itu berasal, Anang mengaku bila para remaja yang terjaring razia merupakan warga sekitar Peterongan.
"Sebagian besar dari Peterongan, tapi ada juga yang dari Kesamben, Sumobito, dan Denanyar," ujar Anang.