Terus Bertambah, Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat DBD di Jombang Jadi 6 Orang
- VIVA Malang/Elok Apriyanto
Jombang, VIVA – Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) usai menjalani perawatan di RSUD Jombang, Jawa Timur, terus bertambah.
Dari sebelumnya ada sebanyak 5 pasien DBD yang meninggal dunia, terdiri dari 1 pasien usia dewasa, dan 4 pasien usia anak-anak. Terbaru, ada satu pasien yang meninggal dunia.
Penambahan ini setelah seorang pasien DBD berinisial HR, 7 tahun, pelajar asal SD Ar Ruhul Jadid, Sengon, yang dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari, 29 Februari 2024.
Direktur RSUD Jombang, dr Ma'murotus Sa'diyah membenarkan adanya pasien anak-anak berjenis kelamin perempuan yang meninggal dunia usai dirawat karena terjangkit DBD.
"Iya, sudah konfirmasi, memang ada pasien yang meninggal karena DBD. Namanya H, usianya 7 tahun, asal Kecamatan Tembelang," kata Ma'murotus Sa'diyah, Kamis, 29 Februari 2024.
Ia menjelaskan, pasien tersebut masuk ke IGD RSUD Jombang pada 28 Februari 2023 sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, kata dia, kondisi pasien mengalami Sock Sindrom Dengue (SSD).
"Pasien masuk tanggal 28 kemarin jam 13.20 WIB. Rujukan dari RSI Jombang. Kondisi pasien sudah mengalami SSD. Dan langsung masuk ke ICU anak-anak," ujarnya.
Usai dilakukan pemeriksaan dan tindakan awal, namun nyawa pasien anak-anak berjenis kelamin perempuan tersebut tak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari.
"Setelah dilakukan tindakan, namun pasien tidak tertolong. Akhirnya, dinyatakan meninggal dunia pada 29 Februari jam 4.45 WIB, dini hari tadi," tuturnya.
Dengan tambahan tersebut, kini jumlah pasien yang meninggal dunia akibat virus DBD di Jombang menjadi 6 orang. Mayoritas usianya adalah anak-anak.