Ditangani Polisi, Kasus Mata Siswa SD di Jombang Kini Naik ke Penyidikan

Orang tua korban saat menunjukkan rekam medis dokter mata.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Kasus terlemparnya mata siswa Sekolah Dasar di Jombang, Jawa Timur kini tengah ditangani Satreskrim Polres Jombang. Bahkan, kasus yang menimpa bocah laki-laki berusia 10 tahun itu, kini tengah naik statusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Cegah Aksi Pencurian, Polres Jombang Lakukan Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Sukaca membenarkan kenaikan status tersebut. Ia menuturkan, sejak Rabu 21 Februari 2024 kemarin, kasus siswa kelas 4 sekolah dasar yang matanya terancam buta permanen sudah naik ke tahap penyidikan.

"Ini (naiknya status penyelidikan ke penyidikan) dilakukan untuk memberikan kepastian hukum," kata Sukaca, Kamis, 29 Februari 2024.

Arus Mudik dan Balik Lebaran, Pengguna Jalan Wajib Patuhi Aturan Lalu Lintas di Jombang

Sukaca mengatakan alasan naik ke penyidikan karenakan baik korban maupun terlapor masih berusia di bawah 12 tahun. Polisi merujuk Undang-undang RI nomor 11 tahun 2012 tentang Sitem Peradilan Pidana Anak (SPPA), anak di bawah usia 12 tahun tidak bisa diproses secara hukum.

"Ya SOP saja. Arahnya untuk memberikan kepastian hukum itu, makanya dinaikan ke penyidikan," ujar Sukaca. 

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Ia menyebut, dalam penyidikan ini, polisi akan memanggil sejumlah pihak. Mulai pelapor, terlapor dan sejumlah saksi lainnya untuk dimintai keterangan. Sejauh ini, sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan.

"Ada beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan. Kalau terlapor belum, ini masih saksi-saksi," tutur Sukaca. 

Polisi selain melakukan penyidikan juga berupaya melakukan mediasi antara pelapor dan terlapor, serta pihak sekolah. Polisi mengedepankan pendekatan karena kasus ini menyangkut anak di bawah umur. 

"Mediasi sudah dilakukan 2 kali. Dua kali mediasi itu pun menemui jalan buntu. Yang jelas belum ada kesepakatan antara kemauan korban dan terlapor belum ada kesepakatan. Kalau kemauannya sih relatif. Pihak pelapor minta anaknya sembuh," kata Sukaca. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sungguh nahaas peristiwa yang dialami bocah SD 10 tahun di Jombang. Dia dinyatakan dokter mata kanannya mengalami buta permanen, usai tak sengaja terlempar kayu, oleh teman sekelasnya.

Peristiwa itu dialami korban pada 9 Januari 2024 kemarin. Saat itu, para siswa sekolah dasar tengah menunggu jam pergantian pelajaran.