5 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Pemkab Jombang Lakukan Fogging di Desa Kalangsemanding

Pemkab Jombang melakukan fogging di Kecamatan Perak.
Sumber :
  • VIVA Malang/Elok Apriyanto

Jombang, VIVA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melakukan fogging atau pengasapan di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, usai 5 orang dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD).

Mantan Bupati Jombang 2 Periode Suyanto Tutup Usia

Kepala Puskesmas Perak, Oisatun mengatakan, fogging yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Jombang untuk membasmi sarang nyamuk usai 5 orang meninggal dunia karena DBD.

Dalam kegiatan tersebut, dia mengatakan, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang bersama petugas Puskesmas Kecamatan Perak melakukan fogging dan pembasmian sarang nyamuk (PSN) di pemukiman serta kamar mandi milik warga.

Gagal Nyalip, Pengendara Motor Asal Kediri Tewas Terlindas Truk di Jombang

Selain itu, kata Oisatun, pihaknya juga melakukan fogging di kebun-kebun sekitar rumah warga yang dimungkinkan merupakan tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.

"Salah satu giat ini baru dilaksanakan di Desa Kalangsemanding, petugas kesehatan melakukan fogging di pemukiman atau di rumah-rumah warga, mulai dari ruangan hingga kebun-kebun," kata Oisatun, Selasa, 27 Februari 2024.

Truk Sruduk Motor di Jombang, Satu Orang Tewas

Ia mengatakan, selain melakukan fogging dan pembasmian sarang nyamuk di pemukiman warga, petugas juga mengontrol kebersihan bak mandi atau penampung air dalam kamar mandi milik warga.

"Petugas juga melakukan penaburan serbuk obat pembasmi jentik nyamuk atau larvasida yang diyakini sangat kuat dan efektif mengontrol fase larva atau jentik nyamuk sebagai penyebar penyakit," ujarnya.

Oisatun menjelaskan, alasan pihaknya melakukan fogging di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, karena wilayah tersebut sudah ada warga yang menjadi korban DBD.

"Sehingga, dengan adanya fogging ini, diharapkan korban DBD tidak bertambah dan nyamuk pembawa virus segera hilang dari wilayah Kecamatan Perak," tuturnya.

Sementara itu, Dedi Serlina mantan penderita DBD menyebutkan bahwa dengan adanya gerakan PSN ini sedikit menghilangkan kekhawatiran para warga, terutama bagi mantan pasien DBD.

"Warga terutama mantan penderita DBD bersyukur dan berharap tidak ada lagi korban terinfeksi virus DBD, dan berharap dilakukan kegiatan tersebut secara berkala oleh pemerintah," katanya.