1 Anak-anak Meninggal Dunia, Korban Meninggal Akibat DBD di Jombang Kini Menjadi 5

Pasien baru DBD di RSUD Jombang.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

"Karena angka bebas jentiknya kurang tolong 3M dan PSN yang dilaksanakan Dinas (Dinkes), ditingkatkan lagi. Selain itu anak-anak ini juga perlu makanan sehat, dan minum cairan lebih banyak dari biasanya," tuturnya.

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

"Dan kalau memang anak sudah dalam kondisi panas, dibawa ke pusat pelayanan kesehatan, diobservasi terus oleh keluarga. Kalau tidak opname, cuman panas biasa, diobservasi makan minumnya lebih banyak, daripada biasa, terutama minum susu, minum cairan elektrolit seperti jus, dan buah-buahan lainnya," kata Ma'murotus.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa kondisi berbahaya bagi anak-anak yang terjangkit DBD ialah pada hari ke 4 dan 5 pasca terjadinya demam.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

"Dan yang paling berbahaya kan hari ke 4 sampai ke 6, karena rata-rata yang meninggal itu dibawa ke IGD RSUD Jombang pada hari ke 4 sampai ke 6," ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa, K (8 tahun) pasien DBD yang dinyatakan meninggal pada Jumat 23 Februari kemarin malam itu, memang memiliki riwayat pernah menjadi pasien DBD, pada tahun 2023 kemarin.

Pemudik Asal Pasuruan Tewas Usai Kecelakaan Tunggal di Jombang

"Kalau dari riwayatnya dia (K) ini sudah pernah, terkena (DBD) dan dirawat di sini, kira-kira setahun yang lalu. Jadi pernah kena demam berdarah juga, memang beresiko kalau sudah serangan kedua memang agak berat. Kemudian dia datang pada tanggal 22 jam 4 sore, rujukan dari rumah sakit setempat," tuturnya.