Penjelasan Bulog Soal Beras SPHP Di Pasar Tradisional Jombang Kosong

Pimpinan Cabang Bulog wilayah Jombang - Mojokerto, Rusli
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Ketersediaan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional yang berada di Jombang Jawa Timur sulit ditemukan.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Bahkan, pedagang di pasar Pon Jombang, mengaku beras SPHP pasokan dari Bulog, sudah beberapa pekan ini kosong.

"Selama 3 mingguan ini kita tidak disediakan beras SPHP. Karena itu tadi diblacklist, oleh pihak yang berwenang," kata Wahyuni (48 tahun) pedagang beras di pasar Pon Jombang, Rabu 21 Februari 2014.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog wilayah Jombang - Mojokerto, Rusli mengatakan bahwa untuk bulan Januari hingga Februari Bulog telah mendistribusikan ribuan ton beras SPHP di Jombang.

"Kita sudah distribusikan khusus Jombang di bulan Januari itu 600 ton lebih yang kita distribusikan. Di bulan Februari sampai saat ini lebih kurang 564 ton sudah kita distribusikan," ujar Rusli.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

Ia pun menegaskan bahwa jumlah pendistribusian beras SPHP ini akan terus meningkat selama beberapa bulan ke depan.

"Nah ini akan bertambah terus sampai akhir bulan. Jadi untuk ketersediaan stok, di Bulog dan di pasar cukup aman," tuturnya.

Soal kelangkaan beras SPHP di pasar tradisional di Jombang, ia mengaku sebenarnya beras SPHP untuk Jombang tidak langka. 

Namun, karena adanya oknum pedagang di pasar tradisional yang menjual beras SPHP diatas harga HET, Bulog menghentikan sementara waktu pasokan beras di pasar tradisional.

"Sebenarnya di pasar bukan langka ya. Ada beberapa pasar di Jombang yang kita distribusikan, seminggu 2 sampai 3 kali kita distribusikan, itu di setiap pasar," kata Rusli.

Dia mengatakan, Bulog dalam seminggu mendistribusikan beras SPHP di pasar Ngoro, pasar Pon, Pasar Sumobito, Mojoagung, dan banyak pasar di Jombang. 

Namun, setelah menerima laporan dari Disdagrin Jombang, tentang adanya pedagang yang menjual beras SPHP diatas harga HET. Bulog pun akhirnya mengentikan pendistribusian.

"Namun ada beberapa pasar yang pengecer berasnya itu nakal, menjual beras diatas HET, sehingga untuk sementara waktu beberapa pasar seperti pasar Pon, itu kita hentikan sementara pasokannya," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku penghentian ini akan segera diakhiri setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut antara Disdagrin dan para pedagang, terkait komitmen pedagang yang tidak akan menjual beras SPHP diatas HET.

Halaman Selanjutnya
img_title