Hari Pahlawan, Veteran Pejuang Kemerdekaan Ceritakan Momen Hampir Tertembak Saat Perang

Ngadri ikuti upacara hari p Pahlawan Nasional di Pemkab Jombang.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA Ngadri (74 tahun) veteran pejuang kemerdekaan asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini lebih banyak menghabiskan masa senjanya bersama keluarga di rumah. 

Lebaran ke 3 di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular dari SPBU hingga Mengkreng

Veteran perang saat masa memperjuangkan kemerdekaan tersebut sudah terlihat ringkih. Rambut dan alisnya telah beruban, pendengarannya pun sudah mulai lemah, usia sudah betul-betul menggerogoti fisiknya. 

Namun, yang bikin luar biasa, ia masih bersemangat menghadiri upacara hari Pahlawan Nasional di lapangan Pemerintahan Kabupaten Jombang, ia juga bersedia menceritakan pengalamannya kala berjuang di medan pertempuran.

Mobil Rombongan Keluarga Pemudik dari Tuban Terbakar di Jombang

Ngadri yang mengenakan seragam veteran lengkapnya itu masih terlihat jelas sisa-sisa kegagahan dari sosoknya.

Ngadri lahir di Jombang pada 10 Juli 1950. Sejak usia 20, Ngadri mulai tergabung dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

"Awal tergabung pada 1970 dan tergabung di Batalyon 512 Malang," ujar Ngadri, Jumat 10 November 2023.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ia sempat ditugaskan ke Mesir pada Tahun 1973 hingga 1974. "Setelah tugas di Mesir, kemudian ditugaskan ke Timor-timor untuk mengikuti perang," katanya.

Ngadri pernah mengikuti pertempuran yang berkesan saat di Timur-timur. "Kita disana antara hidup dan mati, saya hampir kena tembak tapi tidak kena gara-gara kesandung. Tetapi hidup dan mati itu memang di tangan Allah," tutur Ngadri.

Ia pensiun pada Tahun 1980 dan menghabiskan waktunya bersama keluarga di Desa Berjel, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional 2023 ini, Ngadri berpesan kepada generasi muda untuk benar-benar mengisi kemerdekaan dengan jiwa kepahlawanan.