Proyek Strategis Trotoar Jalan Gus Dur Jombang Semakin Minus, Rekanan Tak Disanksi
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Jelang batas akhir pengerjaan, pelaksanaan pembangunan proyek strategis rehabilitasi drainase dan trotoar jalan Gus Dur, Jombang, Jawa Timur, kondisinya semakin memprihatinkan.
Proyek yang menelan anggaran Rp3,2 miliar dari APBD 2023 itu, kian mengalami minus. Jika sebelumnya minus pekerjaan mencapai 10 persen, kini minus pekerjaan tersebut mencapai 27 persen.
Meski demikian tak ada sanksi tegas dari dinas terkait, bahkan sikap Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang terkesan biasa-biasa saja terhadap rekanan pelaksan dari proyek tersebut yakni, pihak PT Renis Rimba Jaya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Jombang Sri Rahayu mengatakan, pihaknya sengaja masih memberikan kesempatan pada PT Renis Rimba Jaya untuk menyelesaikan proyek trotoar dan drainase jalan Gus Dur sampai batas waktu yang sudah ditentukan.
"Karena mereka (rekanan) masih komitmen menyelesaikan (pekerjaan)," kata Rahayu, Rabu, 1 November 2023.
Ia pun menjelaskan pihaknya, pada pekan ini akan melakukan show cause meeting (SCM) kedua. Ini dikarenakan pihak rekanan dari PT Renis Rimba Jaya masih belum bisa memenuhi target yang diberikan pada saat SCM yang pertama, yakni progres harus mencapai 55 persen.
"Minggu ini mulai kita uji coba SCM kedua, selama tujuh hari kedepan. Karena target di SCM pertama belum tercapai," ujar Rahayu.
Padahal, sebelumnya progres pengerjaan proyek rehabilitasi trotoar dan drainase Jalan Gus Dur baru mencapai 37 persen. Sementara untuk keterlambatan meningkat menjadi 27 persen.
Hal ini dikarenakan adanya akumulasi keterlambatan atau minus pekerjaan, pada SCM yang pertama. Dimana seharusnya pihak rekanan harus mencapai 55 persen namun kenyataannya pekerjaan masih minus 10 persen.
Sementara itu, pelaksana lapangan PT Renis Rimba Jaya Roni Hermanto mengatakan untuk mencapai target pihaknya mengejar keterlambatan dengan sistem kerja lembur.
"Material pabrikasi juga sudah kami datangkan ke proyek tinggal pemasangan," tutur Roni.
Meski mengalami keterlambatan 27 persen. Ia mengaku tak khawatir, karena memang material sudah di lokasi proyek dan tinggal pemasangan.
"Material sudah di lokasi, jadi bisa langsung dikerjakan," kata Roni.
Perlu diketahui, proyek rehabilitasi trotoar dan drainase Jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Jombang menelan anggaran Rp3,2 miliar dari APBD 2023 dan berakhir pada sekira tgl 23 November 2023 nanti.