Komnas PA Jatim Laporkan Sekolah ke Polisi, Wakapolres Jombang Pastikan Kasus Berjalan
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Kasus yang menimpa AA (8 tahun) seorang siswa di salah satu SDN Genenganjasem, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang Jawa Timur, kini ditangani aparat kepolisian setempat.
Bahkan, Polisi memastikan bila laporan orang tua korban yang didampingi Komnas Perlindungan Anak (PA) Jawa Timur, akan ditindaklanjuti oleh Polisi.
Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan menjelaskan dalam peristiwa yang dilaporkan oleh Komnas PA Jatim, antara pelaku dan korban ini usianya masih anak-anak. Sehingga perkara ini akan mendapatkan penanganan serius.
"Karena di sini korbannya adalah anak-anak kelas satu SD, tentu akan kita layani dengan baik, dan pelaku juga anak-anak setara," kata Hari, Kamis, 28 September 2023.
Ia menyebut dari laporan yang diterima polisi. Diketahui peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat. Dimana korban dan pelaku tengah bermain di luar kelas.
"Mungkin saat main atau apa, terus melempar (kayu). Dan saat ini masih kita dalami, biar penyidik yang mendalami hal itu," ujar Hari.
Meski demikian ia mengaku akan serius dan tegas memberikan pelayanan atas laporan dari korban. Sementara soal dugaan bullying atau perundungan, Hari justru membantahnya.
"Yang jelas kita akan selalu perhatikan ya (pada kasus ini), karena itu (menyangkut) anak-anak. Dan kita akan serius menangani kasus ini. Oh tidak (perundungan), saya yakin tidak ada perundungan ya. Karena dari anaknya (AA) sendiri menyampaikan temannya tidak sengaja," tutur Hari.
"Saat kejadian itu korban sedang berdiri mau ambil plastik, terus rekannya (pelaku) melempar pakai kayu, terus kena. Jadi kalau dari perundangan hal itu sangat jauh. Kalau perundungan itu kan gak seimbang antara korban dengan pelaku, tapi ini kan seimbang satu dengan satu," ujar Hari.
Ia pun berharap agar dalam perkara ini dapat ditemukan solusi terbaik, baik bagi korban, pelaku hingga pihak sekolah. Saat ini polisi masih mendalami dugaan kelalaian yang dilakukan oleh sekolah.
"Semoga ada win-win solusion, agar tidak terlalu berkepanjangan ya. Dan laporannya masih sedang dalam proses, dan kita beri perhatian. Karena ini soal anak-anak yang wajib kita lindungi. Iya nanti kita akan dalami, dan kita harapkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dan penanganan kasus anak-anak harus ditangani secara khusus ya," kata Hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah SD di Jombang, mengalami luka pada bagian kepala usai terlempar kayu oleh teman sekelasnya di jam istirahat sekolah.