Tingkatkan Standar Pelayanan, RSUD Karsa Husada Batu Gelar Forum Konsultasi Publik

Direktur RSUD Karsa Husada Batu, dr Muhammad Rizal.
Sumber :
  • Viva Malang/Galih Rakasiwi

BatuRSUD Karsa Husada Kota Batu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan tema 'Review Standar Pelayanan RSUD Karsa Husada Batu Sebagai Upaya Mewujudkan Pelayanan Publik yang Prima', Selasa 19 September 2023.

img_title Salut dan Bangga, Sosok Humanis Kombes Pol Budi Hermanto Selalu di Hati Warga Batu

Tujuan dilaksanakan FKP yaitu untuk menyerap aspirasi serta keluhan-keluhan dari seluruh aspek demi meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan, dan kepercayaan masyarakat.

Forum tersebut dihadiri lintas sektor, mulai dari RS mitra, pasien, kepala puskesmas, Dinas Kesehatan, Ombudsman, dan lain sebagainya.

img_title DLH Kota Batu Asah Kapasitas Pengelola TPS3R, Siapkan Operasional Rumah Kompos 2026

Direktur RSUD Karsa Husada Kota Batu, dr Muhammad Rizal mengatakan melalui forum dirinya berkeinginan bisa menyerap aspirasi dari seluruh stakeholder, khususnya kinerja pelayanan RS Karsa Husada.

"Apalagi forum ini merupakan jembatan komunikasi mitra kami sepanjang tahun 2023. Harapan saya semua stakeholder memberikan masukan apa saja perbaikan yang perlu dilakukan kedepannya. Tidak ada gading yang tak retak, setiap pelayanan tentu ada saja kekurangannya," tuturnya.

img_title Wali Kota Batu: Pahlawan Tak Berebut Jabatan, Tapi Mengabdi untuk Bangsa

Tambah Rizal, saat ini RS Karsa Husada sudah menunjukkan tren positif itu terbukti dengan respon masyarakat yang cukup baik, kunjungan juga meningkat. Tentu itu menandakan pelayanan yang meningkat.

"Waktu pertama saya masuk sini pendapatan RS pertahun hanya Rp20 miliar, tapi sekarang sudah Rp110 miliar pertahunnya," katanya.

Komitmen peningkatan pelayanan ia buktikan dengan menambah poli pada tahun 2023 ini. Sekarang ada 26 poli dan targetnya bakal ada tambahan 4 poli lagi, total ada 30 poli. 

"Poli tambahan itu meliputi poli estetika, poli MCU besar, poli penanganan nyeri dan poli eksekutif. Nah, pembuatan poli eksekutif, bertujuan untuk mengembangkan medical tourism. Nantinya wisatawan asing atau siap saja yang berkunjung ke Kota Batu, bisa langsung datang ke poli tersebut. Mereka tidak perlu ngantri lagi," urainya.

Hadirnya polis eksekutif bukannya menyepelekan pasien BPJS. Karena pasien BPJS di RSUD Karsa Husada sudah mencapai 95 persen dari total keseluruhan pasien. Karena bila tidak melakukan penambahan pelayanan, dengan kondisi penduduk Kota Batu hanya sekitar 230 ribu jiwa tentu akan sulit untuk meningkatkan angka kunjungan ke RS. 

"Harus ada inovasi. Agar diinapi pasien dari luar Kota Batu bahwa di RSUD Karsa Husada ada pelayanan seperti ini. Dari FKP sebelumnya, RS Karsa Husada mendapatkan nilai 79,9. Saat ini nilainya sudah naik lebih dari 80. Setelah forum ini, dia menargetkan angka kepuasan masyarakat meningkat jadi 90," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title