Diduga Bunuh Diri, Pria Pengendara Vario Tabrakan Diri ke Kereta Api di Jombang

Korban yang meninggal dunia usai tertabrak kereta api.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Seorang pengendara sepeda motor Honda Vario nopol S 6836 OBE, tiba-tiba melompat pagar dan menabrakkan diri pada perlintasan kereta api (KA) di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pada Rabu 16 Agustus, sore.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Diduga pria yang belum diketahui identitasnya tersebut, bunuh diri dengan cara berdiri diatas rel KA saat ada kereta melintas.

Supriyono (54 tahun), supeltas yang saat itu berada di perlintasan KA tak berpalang pintu tersebut, mengatakan, awalnya pengendara sepeda motor Honda Vario itu melaju dari arah timur menuju ke barat. 

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Dan pada saat di lokasi, pengendara sepeda motor itu mengetahui ada KA yang melintas dari arah timur menuju ke barat, atau dari arah stasiun Peterongan menuju ke Stasiun Jombang.

Supriyono mengatakan pria tersebut sengaja bunuh diri.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

"Ya bunuh diri. Dia berdiri langsung di pinggir kereta. Hadap ke timur ke arah kereta," kata Supriyono.

Ia mengaku pada pukul 15.06 WIB, kereta api Jayakarta tujuan Gubeng Surabaya menuju ke Pasar Senen Jakarta, melintas dari arah timur menuju ke barat.

"Kereta dari timur mas. Kereta Jayakarta, jam 3 lebih 6 menit. Kereta di jalur satu (sisi utara)," tuturnya.

Ia pun tidak mengerti, siapa dan orang mana, pria pengendara sepeda motor Honda Vario yang menabrakkan diri ke KA.

"Saya kurang tau mas. Wong langsung datang, langsung nabrak (menabrakkan diri ke KA)," kata Supriyono.

Supriyono menegaskan, pria pengendara sepeda motor Honda Vario tersebut datang sendirian ke lokasi perlintasan. Bahkan, warga dan pengguna jalan yang melintas sempat meneriaki pengendara sepeda motor Honda Vario itu.

"Datang sendirian. Sudah diteriaki orang-orang, cuman jarak keretanya terlalu dekat. Sekitar 5 meter," ujarnya.

Dan setelah menabrakkan diri ke KA, jasad korban terpental hingga 6 meter, dan meninggal dunia di lokasi.

"Dia itu kan berdiri di rel, langsung terpental sampai 6 meter. Dan langsung meninggal dunia," tutur Supriyono warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto.

Usai adanya peristiwa tersebut, sejumlah petugas baik dari Kepolisian maupun Polsuska datang di lokasi.

Halaman Selanjutnya
img_title