Stok LPG di Pangkalan Aman, Tapi Ada Peningkatan Permintaan dari Pengecer

Pangkalan LPG 3 kilogram di Desa Tambakrejo
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Kelangkaan diakui oleh pangkalan LPG 3 kilogram di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Namun, kelangkaan terjadi di tingkat pengecer, yang disebabkan naiknya permintaan konsumen.

img_title Korban Puting Beliung di Malang Dapat Bantuan Material agar Rumah Bisa Ditempati

Seperti diungkapkan oleh Eka Umi Wulandari, pemilik pangkalan LPG 3 kilogram toko UD Yahya di Perum Griya Tambakrejo, Kecamatan Jombang.

Menurut Eka, pasokan LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan, berjalan lancar, tidak ada kendala. Namun permintaan di tingkat pengecer naik. Sehingga ia memberlakukan pembatasan.

img_title Lewat Progran Pertamax Green, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.000 Pohon di Kota Batu

"Alhamdulillah lancar, pasokan setiap hari datang, gak ada kendala. Setiap hari 250 tabung," ujar Eka, Rabu, 26 Juli 2023.

Eka mengaku jatah 250 tabung LPG 3 kilogram dari agen yang ia terima, setiap harinya didistribusikan ke 50 pengecer yang ada di 6 Desa. Yakni, mulai dari Desa Bandarkedungmulyo, Sengon, Tembelang, Pulo Lor, Tambakrejo dan Denanyar.

img_title Perjuangan Pemkot Batu Raih Pengakuan Budaya Nasional, Mulai Prasasti Sangguran hingga Kampung Tempe Beji

"Sekitar 50 lebih pengecer, termasuk rumah tangga. Tersebar di Tambakrejo, Bandarkedungmulyo, Denanyar, Sengon, Tembelang, Pulo. Setiap pengecer maksimal 5 tabung," ujar Eka. 

Eka mengaku saat ini memang ada peningkatan di tingkat pengecer, sehingga ia tak bisa memenuhi permintaan pengecer.

"Setiap hari kita kan ngirimnya ke pengecer-pengecer ya. Nah pengecer ini sendiri, mungkin dari pembelinya (konsumen) yang melebihi batas. Iya ada penambahan jumlah pembeli," tutur Eka. 

Dia mengaku ada pembatasan pembelian pada pengecer. Karena jika semua permintaan diberi maka sebaran LPG dikhawatirkan tidak merata dan justru menimbulkan kelangkaan. 

"Iya, pasti itu, dibatasi. Karena kalau kita memenuhi permintaan mereka seluruhnya ya gak bisa. Ya karena permintaan meningkat maka otomatis biar tersebar rata itu, akhirnya kita batasi," ujar Eka. 

"Setiap pengecer maksimal 5 tabung, kalau biasa 2 sampai 3 tabung. Kalau rumah tangga satu tabung. Kalau lebih dari itu ya bukan gak dikasih, tapi gak ada barangnya yang dikasi," tambahnya. 

Dia selama ini mendapat pasokan 250 tabung LPG. Jumlah ini dirasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pengecer.

"Dari 250 tabung itu, kan kita sebar ya. Tapi masih kurang. Kalau hari biasa normal, ya lebih-lebih. Tapi kalau seperti ini (ada kelangkaan) ya gak mencukupi. Jam segini aja sudah habis. Tidak bisa kita menambah, dari mana. Karena pangkalan kan ikut satu agen ya. Dan kalau kita minta ke agen yang lain ya gak mungkin. Dan itu semuanya kan tergantung dari kontrak kerjanya," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title