Serangan Hama Wereng Masif di Jombang, Petani Padi Terancam Gagal Panen
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Sedikitnya ada 76 hektare dari 19 ribu hektare tanaman padi di beberapa wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur terancam gagal panen tahun ini. Serangan hama wereng menjadi biang keladinya.
Tak hanya di Jombang. Serangan hama wereng dilaporkan juga menyasar tanaman padi petani di daerah lain. Sejumlah tanaman padi milik petani di beberapa kabupaten sekitar Jombang dilaporkan juga terserang hama wereng.
Adanya kondisi tersebut, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur, Sumrambah mengajak seluruh steakholder dan para petani untuk gencar melakukan penyemprotan masal. Sebagai langkah pengendalian hama tersebut.
"Permasalahan wereng ini terjadi di beberapa daerah, termasuk juga Jombang. Di berapa Kecamatan ya, mulai Tembelang, kemudian daerah Megaluh, itu sudah mulai terserang," ujar Sumrambah, Rabu 21 Juni 2023.
Berdasarkan catatan KTNA Jatim, fenomena serangan hama wereng ini hampir mirip dengan fenomena serangan hama potong leher atau cendawan pyricularia oryzae, yang terjadi di tahun 2012 silam.
"Pada 2012, saat pyricularia mulai menjalar waktu itu ada di daerah, sebarannya adalah Lamongan, Bojonegoro dan Jombang. Hari ini wereng ada 3 ini (Kabupaten) yang tertinggi," tuturnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang ini juga meminta agar Dinas Pertanian di daerahnya dan daerah lain melakukan upaya intensif.
"Jadi ini bukan lagi ngomong persatuan petak lahan. Tetapi kita harus melakukan blokadenya itu adalah wilayah," katanya.
Oleh karena itu, Sumrambah menekankan agar ada pengendalian hama secara massal. Yang dilakukan petani bersama dengan Dinas terkait.
"Makanya harus ada penekanan intensif pemerintah daerah bersama petani untuk bersama-sama melakukan penyemprotan masal, supaya mencegah terjadinya perkembangan wilayah yang terserang wereng," ujarnya.
Lebih lanjut pihaknya mengaku bahwa iklim yang saat ini terjadi, di Jombang sangat mendukung perkembang biakan hama wereng.
"Karena dengan cuaca yang seperti ini, perkembang biakan mereka (wereng) sangat luar biasa," tuturnya.
Meski demikian, KTNA Jatim menghimbau agar petani tidak panik dengan adanya fenomena serangan hama wereng tersebut. Dengan catatan para petani harus lebih gencar lagi melakukan penyemprotan pestisida.
"Dinas pertanian juga melakukan upaya agar petani tidak panik. Bukan berarti diam, tetapi tetap harus melakukan sesuatu yakni penyemprotan pestisida, karena ini upaya untuk mencegah perluasan serangan wereng," ujar Sumrambah.